Hindari perkara hukum dengan tidak memplagiat tulisan Walentina Waluyanti. Semua tulisan Walentina Waluyanti di website ini dilindungi UU Hak Cipta. Dilarang memperbanyak dan melipatgandakan materi dalam website ini dalam bentuk apapun tanpa ijin Walentina Waluyanti sebagai pemilik website. Copy paste harap mencantumkan nama penulis. Copy paste tanpa mencantumkan nama penulis, sama dengan plagiat. DILARANG KERAS MENGKOMERSILKAN karya penulis Walentina Waluyanti/Walentina Waluyanti de Jonge tanpa IJIN TERTULIS dari penulis Walentina Waluyanti. Melanggar larangan ini berarti melanggar UU Hak Cipta. Hindari tuntutan hukum dengan tidak melakukan pelanggaran atas UU Hak Cipta. 

Reproduceren en kopieeren van alle materialen van deze website van welke aard dan ook is verboden zonder toestemming van Walentina Waluyanti als eigenaar van deze website. Tevens moet men dan voor niet-commerciële doeleinden mijn naam als de auteur vermelden. Commercialiseren van het werk van Walentina Waluyanti is verboden zonder schriftelijke toestemming van mij als schrijver / eigenaar van deze website en men zal bij overtreding van dit verbod instemmen met de juridische gevolgen hiervan.

Konspirasi Mendiskreditkan Sukarno Melalui Dua Paragraf Palsu di Buku Cindy Adams

Penulis: Walentina Waluyanti

Cindy Adams dipilih oleh Sukarno untuk menuliskan biografinya. Sebetulnya Sukarno sudah kerap menolak tawaran beberapa pihak yang ingin menulis biografinya. Namun atas bujukan Duta Besar Amerika pada saat itu, akhirnya Sukarno menyetujui penulisan biografinya. Syaratnya, Sukarno ingin agar biografinya itu disusun oleh seorang wanita.

Wartawati Amerika, Cindy Adams akhirnya dipilih oleh karno adams 001wm300Sukarno sebagai orang yang dipercaya untuk menulis biografi tersebut. Maka Cindy Adams pun mewawancarai Sukarno. Setelah biografi tersebut selesai ditulis, Cindy Adams pun menemui Sukarno di Jakarta. Maksud kedatangannya adalah untuk menunjukkan penyusunan draft biografi yang telah selesai dibuatnya. Mungkin ada hal yang tidak disetujui Sukarno? Atau mungkin ada hal yang perlu dihapus atau ditambahkan?

Namun Cindy Adams menemukan keanehan-keanehan saat ia ingin menemui Sukarno. Ia merasa dihalang-halangi oleh suatu kekuatan, sehingga sangat sulit bagi wartawati itu untuk menemui Sukarno. Keanehan yang ditemui Cindy Adams ini saya uraikan lebih lanjut di dalam buku karya saya yang sudah beredar di Gramedia, berjudul, klik “Sukarno Hatta Bukan Proklamator Paksaan”. Cindy Adams bahkan tak sempat mendapatkan persetujuan yang jelas dari Sukarno tentang isi biografi itu. Situasi ketika itu genting menjelang meletusnya peristiwa G30S. Karena situasi yang genting, Cindy Adams terpaksa pulang terburu-buru, kembali ke Amerika. Tak lama sesudah itu, terbitlah buku biografi Sukarno, yang diberi judul “Sukarno, Autobiography as Told to Cindy Adams” (1966).karno adams 002wm350

Foto: Buku biografi Sukarno karya Cindy Adams. (Koleksi Walentina Waluyanti)

Buku Cindy Adams itu juga kemudian diterbitkan ke dalam bahasa Indonesia. Tetapi buku di dalam versi bahasa Indonesia, menunjukkan paragraf yang mencurigakan. Karena di buku Cindy Adams versi bahasa Indonesia ada tambahan paraggraf yang menunjukkan seolah-olah Sukarno menonjolkan perannya sendiri sebagai proklamator, dengan mengecilkan peran Hatta dan Syahrir. Padahal tambahan paragraf itu sama sekali tidak tercantum di dalam buku asli dalam bahasa Inggris yang ditulis oleh Cindy Adams.

Tambahan paragraf tersebut memang menyiratkan adanya konspirasi untuk mendiskreditkan Sukarno. Aroma keanehan yang dirasakan Cindy Adams, termasuk kasak-kusuk yang didengar Cindy Adams saat ia ingin meminta konfirmasi Bung Karno atas biografi yang ditulisnya, tampaknya ada hubungannya dengan tambahan “dua paragraf palsu” di buku Cindy Adams versi bahasa Indonesia.

sukarno hatta 600

Tambahan paragraf palsu di buku Cindy Adams itu sempat membuat gundah putri Bung Hatta, Meutia Swasono, dan membuat marah sahabat-sahabat seperjuangan proklamator. Kisah seputar tambahan dua paragraf palsu ini, yaitu persekongkolan orang-orang di lingkar Sukarno yang dirasakan Cindy Adams sehingga akhirnya buku biografi Sukarno dberi tambahan dua paragraf palsu, saya tulis lebih mendetail di buku karya saya, klik “Sukarno Hatta Bukan Proklamator Paksaan”. Ada cerita tercecer lebih lanjut dari kesaksian Cindy Adams di luar kisah biografi Sukarno sendiri, yang justru lebih mengejutkan daripada kisah tambahan dua paragraf palsu.*** (Penulis Walentina Waluyanti, historical book writer, anggota Indische Letteren/KITLV di Leiden yang berfokus pada studi kajian sejarah)

Baca juga:

Beginilah Putri Bung Hatta Membedah Buku Walentina Waluyanti

Penyebab Mengapa Komunis Harus Atheis

walentina01Walentina Waluyanti - About Me

Penulis buku “Sukarno Hatta Bukan Proklamator Paksaan”

 

 

0
Copyright (c) Walentina Waluyanti 2018. All rights reserved.
Designed by olwebdesign.com