Travelling

Politik Dinasti

History

Saksi Bisu Jaman Jepang

verzet1 ww small

Read More

Writen by Walentina Waluyanti

History / Politik

Ssst, Ini Debat Tabu

sstinidebat1 web

Read More

Written by Walentina Waluyanti

Diverse

Cari Bukti Tuhan Ada?

photo4 web

Read More

Written by Walentina Waluyanti

Dwitunggal Soekarno-Hatta

Penggali Pancasila

Memori

Sakit Hati Soeharto pada Habibie

soehartotien

Read More

 Written by Walentina Waluyanti

Pre-History

History

Bangsa Kelt, Cikal Bakal Orang Eropa

IMG 5368 web wm

Read More

Writen by Walentina Waluyanti

VOC

Ngintip Pembuatan Kapal VOC di Belanda

VOC01a

Read More

 Written by Walentina Waluyanti

History/Politics

Penyebab Mengapa Komunis Harus Atheis

komunis3Read More

Writen by Walentina Waluyanti

History/Politics

Minta Maaf pada PKI?

IISG 1

Read More

Writen by Walentina Waluyanti

Inspiratif

Mantap! Tak Tamat SD, Kalahkan Sarjana!

hamka 01

Read More

Written by Walentina Waluyanti

Walentina Waluyanti de Jonge is an Indonesian author/essayist, historical book writer, teacher.

Jika ada yang menggunakan nama saya Walentina Waluyanti untuk meminta sejumlah uang,  melalui ex-email saya walentinawa@yahoo.com, saya sampaikan itu bukanlah dari saya, sebab email saya di yahoo.com sudah lama dibajak.

Hindari perkara hukum dengan tidak memplagiat tulisan Walentina Waluyanti. Semua tulisan Walentina Waluyanti di website ini dilindungi UU Hak Cipta. Dilarang memperbanyak dan melipatgandakan materi dalam website ini dalam bentuk apapun tanpa ijin Walentina Waluyanti sebagai pemilik website. Copy paste harap mencantumkan nama penulis. Copy paste tanpa mencantumkan nama penulis, sama dengan plagiat. DILARANG KERAS MENGKOMERSILKAN karya penulis Walentina Waluyanti/Walentina Waluyanti de Jonge tanpa IJIN TERTULIS dari penulis Walentina Waluyanti. Melanggar larangan ini berarti melanggar UU Hak Cipta. Hindari tuntutan hukum dengan tidak melakukan pelanggaran atas UU Hak Cipta. 

Reproduceren en kopieeren van alle materialen van deze website van welke aard dan ook is verboden zonder toestemming van Walentina Waluyanti als eigenaar van deze website. Tevens moet men dan voor niet-commerciële doeleinden mijn naam als de auteur vermelden. Commercialiseren van het werk van Walentina Waluyanti is verboden zonder schriftelijke toestemming van mij als schrijver / eigenaar van deze website en men zal bij overtreding van dit verbod instemmen met de juridische gevolgen hiervan.

Buku Walentina Waluyanti di Gramedia dan Buku Terbaru Walentina:  "Sukarno Hatta Bukan Proklamator Paksaan"

Belum sebulan beredar di toko-toko buku, buku ini laris, menjadi best-seller. (Buku "Tembak Bung Karno Rugi 30 Sen", author: Walentina Waluyanti de Jonge). Buku cetakan ke-1 ludes, dan kini telah cetak ulang untuk cetakan ke-2. Buku yang disertai foto-foto menarik ini, ada beberapa yang langka, bisa didapatkan di Gramedia dan toko-toko buku di seluruh Indonesia.

Penulis buku Walentina Waluyanti de Jonge adalah anggota kelompok Indisch-Nederlandse Letteren/KITLV di Leiden, yang berfokus pada kajian literatur sejarah Indonesia-Belanda. 

Buku "Tembak Bung Karno Rugi 30 Sen" berisi antara lain kontroversi Supersemar, coverbookwebpengusiran warga Belanda di Indonesia (termasuk warga Indonesia yang memilih kewarganegaraan Belanda) dalam peristiwa Sinterklaas Hitam di era Sukarno. Juga tentang upaya kudeta Westerling terhadap Sukarno; serangan bom ke istana yang ditujukan kepada Sukarno; bagaimana Sukarno menelikung Amerika yang mempermainkannya; rahasia orasi Sukarno; cara Sukarno mengajar sejarah; dan kisah unik lainnya tentang Sukarno yang belum banyak terungkap.

Buku "Tembak Bung Karno Rugi 30 Sen" karya Walentina Waluyanti de Jonge telah resmi terdaftar ke dalam katalog dan menjadi koleksi Australian National University, Perpustakaan Nasional Kerajaan Belanda dan koleksi Perpustakaan Indonesia.  Isi buku ini berbeda dengan versi yang beredar di blog-blog dan facebook. Karena telah direvisi, jauh lebih lengkap, dengan pencantuman sumber dan daftar pustaka.

Selain buku "Tembak Bung Karno Rugi 30 Sen" buku Walentina Waluyanti yang juga baru beredar di Gramedia adalah kisah seru jatuh bangunnya Sukarno dan Hatta, berjudul "Sukarno Hatta Bukan Proklamator Paksaan".

Bagi yang ingin mengetahui isi buku Sukarno-Hatta Bukan Proklamator Paksaan, bisa menyimak resensi Guru Besar sejarah Prof. Dr. Phil. Gusti Asnan, dimuat di Harian Kompas, klik berikut ini: Membongkar Mitos "Proklamator Paksaan". Di bawah ini resensi buku Sukarno-Hatta Bukan Proklamator Paksaan yang dimuat di Harian Kompas, 15 November 2015:

review2

Resensi di Harian Kompas atas buku Sukarno-Hatta Bukan Proklamator Paksaan (Foto: Dr. Baskara T. Wardaya)

Perpustakaan Proklamator Bung Hatta mencantumkan dalam program acaranya, dalam rangka Peringatan Hari Lahir Bung Hatta ke-113 dan HUT RI ke-70: "Bedah Buku (Sukarno-Hatta: Bukan Proklamator Paksaan, Karangan Walentina Waluyanti de Jonge) sebagai Referensi Masa Depan Bangsa dalam Melestarikan Nasionalisme Indonesia”.

Bedah Buku tersebut juga menghadirkan putri Bung Hatta, Halida Hatta sebagai panelis, silakan klik video =>

https://www.youtube.com/watch?v=Vc9jp4sig5w 

DSC 0270 1

Foto: Putri Bung Hatta, Halida Hatta dan Walentina Waluyanti pada acara bedah buku "Sukarno-Hatta: Bukan Proklamator Paksaan" untuk memperingati Hari Lahir ke-113 Bung Hatta di Bukittinggi, 12 Agustus, 2015.

walentina06

Foto: Buya Syafii Maarif menerima buku “Sukarno-Hatta: Bukan Proklamator Paksaan” dari penulis Walentina Waluyanti de Jonge di Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta, 21 Agustus 2015, pada acara yang diselenggarakan Pusdema (Pusat Studi Demokrasi dan Masyarakat).

Memuat 70 judul kisah (tebal 610 halaman), buku "Sukarno Hatta Bukan Proklamator Paksaan" menjawab keingintahuan tentang bagaimana awal mula perkenalan Sukarno dan Hatta, hingga tersingkir, juga dipinggirkan jasanya di akhir usia. Bagaimana mereka mengadakan kontak rahasia, yang berawal dari saling kagum, dan kadang juga saling sebal? Meski sempat berkonflik, keduanya bersumpah secara jantan untuk bersatu demi kemerdekaan dan persatuan Indonesia.

Bagaimanakah intrik politik mewarnai perjuangan keduanya? Bagaimanakah "marah"-nya Hatta kepada Sukarno sehingga memutuskan mengundurkan diri sebagai Wapres? Bagaimanakah keduanya tetap bisa mempertahankan persahabatan hingga akhir usia meski kerap berselisih paham karena masing-masing sama kerasnya? Juga ada kisah di balik pendongkelan Sukarno dari kursi kekuasaan, pemalsuan paragraf di buku biografi Sukarno karya Cindy Adams, serta kisah tentang Hatta yang juga tak luput dari pengucilan pada masa Orde Baru.

Sejarawan Universitas Indonesia Dr. Peter Kasenda memberi kata pengantar untuk buku "Sukarno Hatta Bukan Proklamator Paksaan" karya Walentina Waluyanti de Jonge, yang sampulnya di bawah ini:

buku Sukarno Hatta

Buku "Sukarno Hatta Bukan Proklamator Paksaan" (author: Walentina Waluyanti de Jonge)

contract1web

Foto: Penandatanganan penerbitan buku "Tembak Bung Karno Rugi 30 Sen", di kantor Penerbit Galangpress Yogyakarta (20/9-2013). Keterangan foto, dari kiri: Jan de Jonge, Walentina Waluyanti, Julius Felicianus (Direktur Galangpress), S. Uji Prastya (Manajer Redaksi), Sigit Suryanto (Editor).

contract2web

Foto: Teguh Prastowo (Manager Graphic Designer) menyerahkan buku "Tembak Bung Karno Rugi 30 Sen" kepada Walentina Waluyanti.

Galangpress Publisher yang menerbitkan buku ini, adalah penerbit yang banyak menerbitkan buku antara lain politik dan sejarah, di antaranya buku yang pernah menjadi berita heboh, "Gurita Cikeas", ditulis mantan wartawan Tempo, Dr. George Junus Aditjondro.

Informasi lebih lanjut tentang buku "Tembak Bung Karno Rugi 30 Sen" dan buku "Sukarno Hatta Bukan Proklamator Paksaan`, bisa langsung menghubungi penerbit => http://www.galangpress.com

Berikut ini deskripsi tentang buku "Tembak Bung Karno Rugi 30 Sen".

Fadia-Nurul-Hana1Foto: Fadia Nurul Hana mahasiswi jurusan pendidikan Sejarah di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI, Bandung), mengirim email kepada penulis, mengapresiasi buku "Tembak Bung Karno Rufi 30 Sen".

Judul: Tembak Bung Karno Rugi 30 Sen

Sub Judul: Sukarno Undercover - Sisi Lain Putra Sang Fajar yang Tak Terungkap

Author: Walentina Waluyanti de Jonge

Editor: Sigit Suryanto

Lay out: Amir Hendarsah

Cover Design: Amir Hendarsah

Tebal Buku: 209 halaman

Cetakan: ke-2, 2013

Ukuran Buku: 150 X 230 mm

Penerbit: Galang Pustaka - Galangpress Yogyakarta

ISBN: 978-602-9431-29-2

Kategori: Sosial Politik dan Sejarah

Informasi lebih lanjut: Penerbit Galangpress,  website:  http://www.galangpress.com

==================================================================================

Sedang lelah dengan tulisan berat dan ingin baca artikel ringan? Silakan klik di bawah ini:

Pengalaman Bertetangga di Belanda

KOMPAS TV Bertamu ke Rumahku

buurtfeest006wm

Foto: Penulis Walentina Waluyanti di Belanda dengan latar belakang lukisan karyanya.

 

Back

Buku Walentina di Gramedia

Fenomena

Historic House

Berkunjung ke Rumah Karl Marx di Jerman

DSC 0180wm

Read More

Written by Walentina Waluyanti

Bung Hatta

Berkunjung ke Rumah Kelahiran Bung Hatta

DSC 0424wm

Read More

Written by Walentina Waluyanti

Quote by Walentina Waluyanti

walentina avatar

"Jadilah penulis bermartabat, punya harga diri, dengan tidak menjiplak tulisan orang lain. Dengan pedang kehormatan dan harga diri, tulisan karya sendiri dapat mengangkat harkat penulisnya."