Segarnya Es Cendol Campur Nangka dan Cincau

*) Cara Mudah Membuat Cendol

Foto & resep: Copyright@ Walentina Waluyanti - Nederland

Tepung hunkwee? Kenapa sih tepung ini sebaiknya digunakan untuk membuat cendol? Tepung hunkwee sebetulnya adalah tepung kacang ijo. Kalau di Belanda saja sangat mudah mendapatkannya (orang Belanda bukan pengkonsumsi kacang ijo), apalagi di Indonesia. Cukup bilang tepung hunkwee saja, semua penjual di toko-toko penjual bahan tepung/bahan kue di Indonesia, pasti sudah tahu. Tepung hunkwee alias tepung kacang ijo digunakan sedikit saja, tak perlu banyak. Gunanya memberi rasa dan tekstur empuk padat yang khas pada cendol, sehingga memberi cita rasa cendol asli.

Di Belanda, es cendol biasa dijual di Pasar Malam. Jika membeli di Pasar Malam di Belanda, saya merasa kurang sreg dengan rasanya. Campuran santannya nyaris tak terasa. Rasa manis gula merahnya kurang memuaskan. Karena itu saya lebih suka membuatnya sendiri. Di Indonesia es green jelly ini populer sebagai hidangan takjil Ramadhan, juga populer sebagai jajanan harian. Apalagi kalau cuaca panas, saya dan keluarga suka menikmati segarnya es cendol di kebun (foto di bawah). Hmm... sungguh nikmat. Es cendol (orang Jawa biasa menyebutnya es dawet), semakin mantap rasanya jika dicampur irisan buah nangka dan cincau hitam. Berikut ini resepnya.

DSC 0648wm Es dawet (cendol) campur nangka ala Walentina (Foto: Walentina Waluyanti)

RESEP ES CENDOL (ES DAWET)

Tips: Sebelum memulai membuat adonan cendol, sebaiknya rebuslah dahulu air gula merah dan kuah santan (caranya ada dalam resep ini), agar ada cukup waktu mendinginkannya. Sehingga saat cendol kelar, bisa langsung dinikmati tanpa menunggu air gula merah dan santan didinginkan.

Bahan: Santan 400 ml; gula jawa 250 gram; 100 gram tepung beras; 10 gram tepung tapioka; 50 gram tepung hunkwee; 5 sdm gula pasir; pewarna siap pakai dari ekstrak daun pandan; 800 ml air matang untuk merebus tepung; air kapur sirih 1-2 sendok teh (tidak harus, caranya bubuk kapur sirih 2 sdt dilarutkan dengan 1 sdm air); tidak harus tapi bisa pakai 4 lembar daun pandan suji (2 lembar daun disimpul untuk dibubuhkan di gula merah dan 2 lembar disimpul untuk dibubuhkan di santan); garam secukupnya; es batu untuk es cendol; dan es batu besar yang dipakai saat menyaring cendol (bisa dibuat sendiri, caranya taruh 2-3 gelas air di 2 kantong plastik/wadah palastik, kemudian bekukan di freezer). Bahan tambahan (tidak harus)=> irisan buah nangka 400 gram (bisa nangka kalengan); cincau hitam kalengan 400 gram. 

vergietPeralatan: Saringan atau wadah apa saja yang bolong-bolong yang bisa difungsikan sebagai saringan cendol, untuk membentuk butiran cendol (misalnya seperti foto di kanan); wadah (baskom atau ember bersih untuk menampung butiran cendol); panci perebus; sendok kayu untuk mengaduk larutan tepung; sendok agak lebar untuk menekan-nekan adonan cendol pada saat disaring. Untuk lebih jelasnya, perhatikan foto-foto langkah-langkah pembuatan cendol di resep ini.

Membuat air gula merah: Tuangkan air kira-kira 3 gelas ke panci, lalu taruh 2 lembar daun pandan suji yang disimpul. Taruh 250 gula merah ke dalamnya dan sejumput (seujung jari) garam. Rebus sambil diaduk hingga mendidih. Matikan api, dinginkan.

Membuat santan: Rebus 2 gelas air, bubuhkan sejumput garam. Jika suka, taruh 2 lembar daun pandan suji yang disimpul di dalam santan. Kalau sudah mendidih masukkan santan 400 ml.  Jangan ditinggal, santan terus diaduk, begitu  berbuih, langsung matikan api. Dinginkan. Langkah selanjutnya adalah membuat adonan cendol.

Foto: Daun pandan suji diblender untuk mewarnai cendol, tetapi bisa juga pakai pewarna siap pakai dari ekstrak daun pandan (Foto: Walentina)

Catatan: Ada 2 alternatif DSC 0611awmuntuk memberi warna hijau pada cendol. Alternatif 1 yaitu menggunakan pewarna siap pakai dari ekstrak pandan. Alternatif 2 yaitu menggunakan pewarna asli daun pandan suji, Di resep ini, ke-2 alternatif tersebut dijelaskan, baik dengan cara menggunakan pewarna siap pakai, maupun cara menggunakan daun pandan suji.=> Cara menggunakan pewarna asli dari daun pandan: suji=> Irislah sekitar 75 gram daun pandan suji, campur dengan air 400 ml lalu diblender. Setelah diblender, saringlah air dari daun pandan tadi. Anda memerlukan 800 ml air pandan. Karenanya dari 400 ml air pandan tadi, tambahlah air putih hingga air dari sari daun pandan tadi menjadi sebanyak 800 ml. Aduk-aduk agar warna hijaunya menyatu. Kemudian teruskan ke langkah Cara Membuat Adonan Cendol di bawah ini. Cara menggunakan pewarna siap pakai dari ekstrak pandan=> Ikuti langkah-langkah selanjutnya di bawah ini.

Tips sebelum merebus larutan tepung: Siapkan terlebih dahulu saringan cendol dan wadah/baskom/ember bersih. Taruhlah saringan tersebut di atas wadah lain (misalnya baskom atau ember bersih) yang kira-kira berdiameter sama dengan saringan. Ke dalam baskom tadi, isilah air (kira-kira setengah dari wadah) bersama es batu untuk memastikan agar air tersebut benar-benar dingin. Pakai es batu, karena air yang benar-benar dingin fungsinya untuk memadatkan tekstur butiran cendol yang jatuh dari saringan ke wadah di bawah ini.

DSC 0619wm

Wadah yang diisi air dan es batu untuk menampung saringan adonan cendol. Air es mendinginkan butiran cendol yang jatuh ke wadah di dalamnya, sehingga tekstur cendol tidak rapuh. (Foto: Walentina Waluyanti)

Cara Membuat Adonan Cendol:

1. Cara bagi yang menggunakan ekstrak pewarna siap pakai: => Siapkan tepung beras, tepung hunkwee, tapioka, gula. Lalu siapkan wadah berisi air matang dingin kira-kira 300 ml, lalu taruh seluruh campuran tepung ke dalam air. Tunggu hingga seluruh tepung tenggelam sendiri perlahan-lahan seluruhnya ke air. Bubuhkan 1-2 air kapur sirih. Setelah tepung terendam seluruhnya ke air, dengan menggunakan sendok kayu, aduk tepung hingga larut menyatu dengan air dan menjadi larutan licin. Lalu ambil panci berisi air kira-kira 500 ml. Jangan dulu nyalakan api. Tuangkan ke panci, seluruh larutan tepung yang sudah tercampur licin tadi. Aduk-aduk lagi dengan sendok kayu hingga seluruh larutan tercampur rata.  Apabila Anda tidak menggunakan pewarna dari daun pandan suji, maka gunakan pewarna dari ekstrak daun pandan. Teteskan kira-kira ½ sendok teh ekstrak pewarna hijau pandan. Hati-hati menuangkan esens pewarna, kalau kebanyakan bisa membuat pahit. Aduk-aduk hingga larutan berwarna hijau merata, lalu lanjutkan ke langkah no.2 di bawah.

Ini khusus cara bagi yang menggunakan pewarna asli dari daun pandan suji=> Siapkan tepung beras, tepung hunkwee, tapioka, gula. Lalu siapkan wadah, tuangkan kira-kira 300 ml air daun pandan ke dalamnya, lalu taruh seluruh campuran tepung ke dalam air daun pandan. Tunggu hingga seluruh tepung tenggelam sendiri perlahan-lahan seluruhnya ke air daun pandan. Bubuhkan 1-2 air kapur sirih. Setelah tepung terendam seluruhnya ke air, dengan menggunakan sendok kayu, aduk tepung hingga larut menyatu dengan air daun pandan dan menjadi larutan licin. Lalu ambil panci berisi air daun pandan kira-kira 500 ml. Jangan dulu nyalakan api. Tuangkan ke panci seluruh larutan tepung berwarna hijau yang sudah tercampur licin tadi. Aduk-aduk lagi dengan sendok kayu hingga seluruh larutan tercampur rata, lalu lanjutkan ke langkah no.2 di bawah.

2. Setelah warna adonan tercampur rata di panci perebus, nyalakan api. Kemudian rebuslah adonan tepung yang sudah diwarnai ini. Aduk-aduk terus adonannya, jangan tinggalkan rebusan ini. Terus diaduk sampai adonan meletup-letup dan mengental mengkilat, matikan api. Tuangkan adonan rebusan ini di saringan yang bolong-bolong seperti di bawah ini. Dan taruhlah saringan bolong-bolong berisi jelly adonan cendol di atas ember bersih berisi es batu (foto di bawah).

DSC 0624wm

Foto: Adonan cendol ditaruh di saringan berlubang-lubang. Saringan ini diletakkan di atas wadah bersih berisi air kira-kira setengah dari wadah itu, dan diberi es batu untuk memastikan agar air itu dingin. Kemudian adonan cendol di saringan tersebut ditekan-tekan dengan sendok lebar, agar adonan jatuh ke wadah berisi air+es batu di bawahnya. Adonan yang jatuh melalui lubang saringan, akan berbentuk jelly butiran-butiran cendol. (Photo by Walentina Waluyanti)

3. Lalu tekan-tekan adonan pada permukaan saringan, dengan menggunakan sendok besar, sampai adonan itu akan jatuh ke wadah di bawah saringan yang berisi air dengan es batu. Tujuannya cendol itu dijatuhkan ke dalam wadah berisi es batu, agar cedndol itu langung berbentuk kecil-kecil, tidak lengket satu sama lain. Adonan yang jatuh melalui lubang saringan ke wadah, dengan sendirinya terbentuk menjadi butiran-butiran khas cendol.

4. Biarkan selama kira-kira 15-30 menit butiran cendol itu di air es, agar butiran cendol itu menjadi lebih padat. Selama direndam, pastikan air itu tetap dingin dan es batunya tidak mencair seluruhnya, yang berakibat air bisa menjadi hangat (karenanya saya menggunakan es batu besar yang saya buat sendiri dalam 2 kantong plastik).

5. Setelah didiamkan di air es, pindahkan cendol ke wadah dengan menggunakan saringan. Dengan menggunakan saringan seperti di bawah, bilaslah cendol itu dengan air dingin bersih. Lalu pindahkan cendol ke wadah tertutup. Cendol disimpan dengan direndam sedikit air dingin. Kemudian langsung simpan di kulkas bersama santan, air gula merah, nangka dan kolang-kaling, agar semuanya tetap dingin saat disantap. Cendol tahan disimpan 5-6 hari di kulkas.

DSC 0627wm

Ini hasil butiran cendol setelah disaring dari wadah yang berisi es batu (Walentina Waluyanti)

DSC 0642wm

Foto: Cendol, santan, air gula merah, dan irisan nangka campur cincau hitam. Cendol yang di kiri menggunakan warna hijau dari daun pandan, cendol yang di kanan menggunakan tetesan ekstrak pandan/pewarna siap pakai. (Photo by: Walentina Waluyanti)

Penyajian: Siapkan gelas. Masukkan ke gelas tadi, gula merah 2-3 sendok (atau menurut selera manis Anda). Lalu masukkan cendol. Siram di atasnya dengan 2-3 sendok santan. Bisa juga taburi buah nangka dan cincau hitam sebagai topping. Jika suka, bubuhkan es batu secukupnya. Rasanya? Hmmm.... pokoknya mantap deh! Sungguh segar dan ingin nambah, lagi dan lagi.*** (Resep dan foto: Copyright @ Walentina Waluyanti)

DSC 0645wm

Cendol atau es dawet ala Walentina (Foto: Walentina Waluyanti)

Resep saya lainnya, seperti lumpia di bawah ini, silakan klik=> Resep Lumpia Renyah Tak Berminyak

DSC 0568wm

Lumpia ala Walentina (Foto: Walentina Waluyanti)

Ingin mencoba resep sate di bawah ini, silakan klik=> Resep Sate Ayam

sateayam002wm

Hidangan sate ala Walentina (Foto: Walentina Waluyanti)