Quote by Walentina Waluyanti

fr-ww

"Jadilah penulis bermartabat, punya harga diri, dengan tidak menjiplak tulisan orang lain. Dengan pedang kehormatan dan harga diri, tulisan karya sendiri dapat mengangkat harkat penulisnya, bahkan walau  dihinakan dengan cara apapun."

Diverse

Bandit Bertopeng Pakarsoekarno-hatta1-small-450Read More

Written by Walentina Waluyanti

History

Mengapa Komunis Harus Atheis?komunis1webRead More

Written by Walentina Waluyanti

Intermezzo

Kiki dan Coto Makassar

coto-03Read More

Written by Walentina Waluyanti

Buku Walentina di Gramedia

Buku Walentina Waluyanti di Gramedia

contract1web

Read more

Dilarang memperbanyak dan melipatgandakan materi dalam website ini dalam bentuk apapun tanpa ijin Walentina Waluyanti sebagai pemilik website. Copy paste untuk kepentingan NON-KOMERSIL, harap mencantumkan nama penulis.  DILARANG KERAS MENGKOMERSILKAN karya Walentina Waluyanti tanpa IJIN TERTULIS dari saya sebagai penulis/pemilik website ini. Pelanggaran larangan ini akan menerima konsekuensi hukum melalui proses verbal.

Reproduceren en kopieeren van alle materialen van deze website van welke aard dan ook is verboden zonder toestemming van Walentina Waluyanti als eigenaar van deze website. Tevens moet men dan voor niet-commerciële doeleinden mijn naam als de auteur vermelden. Commercialiseren van het werk van Walentina Waluyanti is verboden zonder schriftelijke toestemming van mij als schrijver / eigenaar van deze website en men zal bij overtreding van dit verbod instemmen met de juridische gevolgen hiervan.

Resep Jalang Kote'

Walentina Waluyanti – Nederland

Orang Makassar mana yang tidak mengenal jajanan ini? Gorengan gurih bernama jalang kote', jajanan khas kota Makassar. Hampir mirip pastel atau panada dari Menado. Bedanya jalang kote' ini rasanya lebih garing di gigitan.

Dari Belanda yang sedang musim semua bunga-bunga bersemi dan bermekaran, saya ingin membagi resep ini dengan Anda. Sebelumnya, dari kebun belakang rumah, saya memetik beberapa tangkai bunga pioen rose Holland untuk dipajang sebagai penghias resep jalang kote' dari Makassar ini.

photo1

Di kota Makassar, jalang kote' sering dijajakan penjaja keliling. Penjaja-nya biasanya anak-anak yang berjalan dari rumah ke rumah. Mereka menjajakan jalang kote' di keranjang anyaman bambu sambil berteriak “Jalaaaaaang koteeeeeee.....!!!”.

Daeng tukang becak yang sedang jahil dan orang yang lagi iseng biasanya menjawab teriakan sang penjaja dalam bahasa Makassar, "Tena doe'...!!!" (tidak ada uang).

Penganan kecil ini sangat populer dan digemari banyak orang. Penjualnya memasuki halaman rumah petak sederhana sampai ke rumah-rumah gedongan seperti jejeran rumah mentereng dekat Pantai Losari di jalan Haji Bau, tempat kediaman mantan Wapres Jusuf Kalla.

Saya sendiri sangat menyukai jajanan ini. Rasanya sangat gurih, garing, sungguh nikmat disantap hangat. Namun disantap dingin pun tetap enak.

Kombinasi antara rasa kulit yang renyah, sedikit crispy betul-betul maknyus meresap dengan kelezatan isinya yaitu macam-macam sayuran, kentang, daging, telor rebus, mie/mihun. Sangat cocok disantap dengan saus cuka pedes. Rasa pedes ini membuat si penikmat ingin tambah dan tambah lagi.

photo2

Sebelum menyiapkan bahan, saya membuat saus pedes-nya dulu. Maksudnya biar campuran larutan cuka, air, cabe dan bawang putih bisa meresap dengan baik.

Cara membuat saus cuka pedes:

Rebus dengan sedikit air, bahan berikut ini: cabe 10 biji, bawang putih 2 atau 3 siung. Lalu haluskan cabe dan bawang putih itu. Air rebusan hangat tadi jangan dibuang, campurkan kembali ke cabe dan bawang putih yang sudah halus. Airnya jangan terlalu banyak. Bisa dikira-kira sendiri. Terlalu banyak akan membuat saus kurang pedes. Dan terlalu sedikit, bisa jadi terlalu pedes juga. Jangan lupa bubuhi cuka sedikiiiit demi sedikit, sampai diperoleh rasa asam yang diinginkan. Bubuhi juga garam dan gula secukupnya. Ada juga yang suka mencampurkan dengan sedikit susu.

Sesudah membuat saus pedes, langkah selanjutnya adalah membuat isi jalang kote'.

Bahan Isi:

Telur rebus 4 atau 5 butir diiris kecil-kecil, taruh di wadah terpisah. Siapkan juga rebusan mihun kira-kira 150 gram dan daging cincang 200 gram.

Selanjutnya siapkan bahan berikut, irisan bawang merah 5 siung, irisan bawang putih 3 siung. Juga 2 batang wortel (potong kotak-kotak kecil), 2 biji kentang (potong kotak-kotak kecil), tauge 200 gram, merica, maggie blok, garam secukupnya.

Setelah itu, dengan minyak goreng secukupnya, tumislah bawang putih dan bawang merah sampai harum. Lalu masukkan wortel, kentang, daging cincang, aduk sampai matang. Jangan lupa bubuhkan garam, maggie blok, dan merica. Jika bahan-bahan tadi sudah terlihat matang, masukkan mihun, aduk sampai tercampur merata. Terakhir masukkan tauge, aduk sampai seluruh bahan tercampur merata. Jangan dulu masukkan telur rebus.

Bahan Kulit:

Siapkan segelas air. Berapa mililiter? Kalau Anda meneruskan baca resep ini, maka Anda akan mengerti. Aduk air di gelas dengan sedikit garam yang akan digunakan sebagai campuran adonan. Perkirakan rasa air itu jangan terlalu asin, juga jangan hambar, karena itu yang akan menentukan gurihnya rasa kulit jalang kote'. Berikutnya siapkan 500 gram tepung terigu dan 2 sendok makan penuh margarine, dicampur merata. Untuk memudahkan dan meratakan proses percampuran, saya menggunakan food processor untuk mencampur adonan. Sementara mencampur itu, sedikit demi sedikit tuangkan juga air bergaram tadi ke adonan. Jumlah air dikira-kira. Perkirakan jangan sampai adonan terlalu lunak karena kebanyakan air. Tapi juga jangan terlalu kering karena terlalu sedikit air. Pokoknya jika campuran air dan terigu sudah cukup membuat adonan itu menjadi kenyal, ini artinya adonan itu siap untuk diolah jadi kulit jalangkote.

Di bawah ini foto contoh hasil kulit jalang kote' yang kenyal, sudah dibentuk dan diisi serta siap untuk digoreng.

photo3

Caranya mengetahui apakah adonan cukup air, jika adonan itu cukup kenyal untuk dibentuk. Artinya tidak terlalu lengket di tangan, juga tidak gampang pecah karena terlalu kering. Setelah adonan tercampur merata, diamkan kira-kira 10 – 15 menit.

Tahap selanjutnya, adalah mengisi bahan kulit tadi dengan bahan isi jalang kote.

Cara mengisi jalang kote' :

Tata wadah rata dan lebar di atas meja. Taburi dengan sedikit serbuk terigu. Saya juga sedikit melumuri telapak tangan saya dengan terigu. Agar adonan tidak lengket di tangan. Lalu saya ambil sekepal adonan tadi. Jika adonan terasa terlalu lengket, bubuhi adonan tadi dengan sedikit terigu sampai tidak begitu lengket lagi.

Selanjutnya kepal-kepal bola adonan tadi di tangan, pipihkan dan ratakan adonan tadi di atas wadah rata dan lebar.

photo4

Tekan-tekan sampai rata, lalu diisi dengan adonan yang sudah ditumis tadi. Nah, setelah menyendokkan tumisan sayur/daging ke kulit jalang kote, jangan lupa bubuhkan juga irisan telur rebus tadi ke dalamnya. Isinya tidak perlu terlalu banyak agar bentuknya tidak pecah.

Setelah itu pinggirannya dibentuk seperti kita membentuk pastel.

Tapi di sini saya memakai cara lain. Adonan yang sudah saya kepal-kepal dan ratakan tadi, lalu saya taruh di atas cetakan pastel. Lebih mudah. Jalang kote' yang sudah saya isi, langsung tercetak dengan cantik dan cepat.

Selanjutnya saya menggoreng jalang kote' dengan cara yang lebih cepat, mudah dan praktis. Saya tidak menggunakan wajan penggoreng. Ada cara yang lebih efektif dan efisien. Yaitu menggoreng dengan menggunakan alat penggoreng khusus yang biasa digunakan untuk menggoreng chips, yaitu deep-fryer.

photo5-web

 
Begitulah, jalang kote' saya sekarang sudah siap disantap. Sajikan hangat-hangat dengan saus cuka. Pada saat mencuil/membelah jalang kote, sirami isi di dalamnya dengan sesendok saus cuka pedes tadi.
 
dsc02628
 

photo6

Rasanya? Orang Makassar bilang, “ E de deee....nyaman-na mo!”. (Aduuuh, enak banget deh!).
Tidak percaya? Coba saja jalang kote' dari Daeng Walentina ini!

Salam dari Walentina Waluyanti di Belanda.

Foto dan resep: Walentina Waluyanti - Nederland

Back


back to homepage button-new