Jejak Penari Jawa di Mata Hari

Tulisan ini sudah dibukukan.

Dilarang plagiat! Copyright @ Penulis: Walentina Waluyanti – Nederland

Catatan Penulis: Tulisan ini adalah rangkaian dari tulisan saya sebelumnya, klik "Babu Bugil di Paris, Anna The Javanese". Terpukau kagum. Begitu reaksi pengunjung di pameran dunia di Paris tahun 1889. Gemulai tari gadis-gadis Jawa berkulit gelap itu, membuat terpana para penonton yang umumnya bermata biru dan berambut pirang. Di abad ke-19 di Eropa, pertunjukan dari “dunia berkabut misteri” seperti Jawa, bukanlah pemandangan biasa bagi publik barat.

Balada Angie dan Openg

Penulis: Walentina Waluyanti – Holland

Catatan penulis: Artikel ini ditulis sebelum Angelina Sondakh divonis menerima hukuman kurungan 12 tahun.

Dulu Angie bukan saja kebanggaan bagi para penyandang marga Sondakh. Tapi juga kebanggaan orang Minahasa. Sejak menyandang gelar Puteri Indonesia, Angelina Sondakh alias Angie, melesat cepat menjadi politisi. Jaraknya dengan kekuasaan seakan cuma sejengkal. Namun semuanya porak poranda sejak kasus Wisma Atlet merebak.

Pelajaran dari Greenpeace

*) Proses dan Tata Cara Pendaftaran Organisasi Internasional Non-Pemerintah

Copyright @ Penulis: Walentina Waluyanti – Nederland

Baru-baru ini media Indonesia diramaikan dengan berita ancaman pembekuan terhadap Greenpeace Indonesia. Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi dan Menteri Hukum dan HAM Patrialis Akbar turut mengeluarkan pernyataan bahwa Greenpeace Indonesia terancam untuk dibekukan.

Ssst, Ini Debat Tabu

Copyright @ Penulis: Walentina Waluyanti – Nederland

Sepasang suami istri Belanda, tak lama lagi akan bertugas di Indonesia. Mereka bertanya pada saya tentang kebiasaan dan adat di Indonesia. Ada pertanyaan menarik. Yaitu apa saja topik  sensitif dan tabu, yang sebaiknya tidak diperdebatkan di Indonesia?

Utak-Atik Keraton Sultan Henk

Catatan penulis: Artikel ini dibuat ketika Nasdem masih Ormas, belum parpol, dan Sri Sultan masih sebagai pembina Ormas Nasdem.

Copyright @ Penulis: Walentina Waluyanti – Nederland

Saya senyum-senyum mendengar percakapan antara dua orang Belanda kenalan saya.Mereka mengikuti berita di Indonesia. Termasuk berita yang sekarang sedang hangat.Tentang SBY yang menyoalkan monarki. Begini percakapan antara dua orang Belanda itu.

Tulisan ini telah dibukukan

Dari Gus Dur, Khadafy, Sampai Imelda

Copyright @ Penulis: Walentina Waluyanti – Nederland

Catatan penulis: Tulisan ini adalah rangkaian dari tulisan saya berjudul , klik:   RMS Tembak, Suharto Datang

Sebelum menjadi presiden, sebetulnya Abdurrahman Wahid, dikenal dengan nama Gus Dur, sudah sering ke Belanda. Di luar itu, kedatangan kepala negara dalam kapasitas sebagai pribadi, tentulah tidak terhitung sebagai kunjungan kepala negara.

Buat Ratna Irma, Putri Gadis Rasid

Penulis: Walentina Waluyanti de Jonge – Nederland

Ratna Irma? Nama yang indah. Pemilik nama indah itu menyapa saya dan teman saya Iwan Satyanegara Kamah yang di website ini telah menulis artikel berjudul Chairil Anwar Mendapat Gadis" Gadis yang dimaksud dalam artikel ini, adalah Gadis Rasid, wanita pejuang yang patut dikenang sumbangsihnya semasa revolusi.

RMS Tembak, Suharto Datang

Copyright @ Penulis: Walentina Waluyanti – Nederland

Catatan penulis: Tulisan ini adalah rangkaian dari tulisan saya, berjudul SBY, Belanda, dan RMS

Kacau! RMS menembak mati polisi Belanda dan menyandera anggota keluarga duta besar di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI), di Wassenaar Belanda. Di antara sandera itu termasuk istri Duta Besar Taswin A. Natadiningrat. Itu terjadi 40 tahun lalu, menjelang kedatangan Suharto. Kunjungan itu sangat bersejarah. Karena sampai tahun 2010 ini, hanya itulah satu-satunya kunjungan kenegaraan presiden Indonesia ke Belanda. (Catatan: Kunjungan Gus Dur tahun 2000 ke Belanda, adalah kunjungan kerja, bukan kunjungan kenegaraan).

Si Ribut, Cucu Raja Mutiara

Tulisan ini telah dibukukan.

Copyright @ Penulis: Walentina Waluyanti – Nederland

Bung Hatta berkata, “Si Des ini kalau tinggal lama-lama di sini, bisa mati. Kita sekolahkan saja dia ke Inggris”. Itu dikatakan Bung Hatta, melihat kenekatan Des Alwi dalam perang melawan Inggris di Surabaya. Des Alwi pun lalu dikirim bersekolah ke Inggris. Selain Bung Tomo, nama Des Alwi adalah nama yang dikenal dalam peristiwa Hari Pahlawan 10 November 1945. Tentu saja dengan tidak mengecilkan peran ribuan pahlawan anonim yang gugur di perang itu.

Obama Pulang, Krupuk Ludes

Copyright @ Penulis: Walentina Waluyanti – Nederland

Ketika masih bersekolah di SDN Basuki Menteng Jakarta, Obama fasih membaca Pancasila di upacara bendera. Siapa sangka, bertahun-tahun setelah itu, Pancasila pula yang menjadi bumbu diplomasinya dengan Indonesia?  Presiden Amerika, Barack Obama telah pulang ke negaranya dan mengantongi sesuatu. Di kursi pesawat, Obama duduk lelah. Tapi jelas puas dengan kunjungan kenegaraannya ke Indonesia.