Hindari perkara hukum dengan tidak memplagiat tulisan Walentina Waluyanti. Semua tulisan Walentina Waluyanti di website ini dilindungi UU Hak Cipta. Dilarang memperbanyak dan melipatgandakan materi dalam website ini dalam bentuk apapun tanpa ijin Walentina Waluyanti sebagai pemilik website. Copy paste harap mencantumkan nama penulis. Copy paste tanpa mencantumkan nama penulis, sama dengan plagiat. DILARANG KERAS MENGKOMERSILKAN karya penulis Walentina Waluyanti/Walentina Waluyanti de Jonge tanpa IJIN TERTULIS dari penulis Walentina Waluyanti. Melanggar larangan ini berarti melanggar UU Hak Cipta. Hindari tuntutan hukum dengan tidak melakukan pelanggaran atas UU Hak Cipta. 

Reproduceren en kopieeren van alle materialen van deze website van welke aard dan ook is verboden zonder toestemming van Walentina Waluyanti als eigenaar van deze website. Tevens moet men dan voor niet-commerciële doeleinden mijn naam als de auteur vermelden. Commercialiseren van het werk van Walentina Waluyanti is verboden zonder schriftelijke toestemming van mij als schrijver / eigenaar van deze website en men zal bij overtreding van dit verbod instemmen met de juridische gevolgen hiervan.

Berkunjung ke Rumah Karl Marx di Jerman

Penulis: Copyright @ Walentina Waluyanti de Jonge –Nederland

Karl Marx lahir di kota yang terbilang sebagai kota tertua di Jerman. Nama kota itu adalah Trier. Karl Marx, seorang pemikir yang dikenal melahirkan gerakan kaum buruh sedunia. Pemikiran Marx kemudian menjadi dasar lahirnya paham komunis, meskipun pada mulanya dalam konsep Marx, belum disebut dengan istilah komunisme.

Read more ...

Bangsa Kelt, Cikal Bakal Orang Eropa

Penulis: Copyright @ Walentina Waluyanti de Jonge - Nederland

Terdengar tiupan terompet sangat nyaring. Sungguh memekakkan kuping. Suara itu terdengar dekat sekali, dari arah belakang. Saya menoleh. Tepat di balik punggung saya, berdiri seorang pria Eropa. Ia berpakaian tradisional ala Celtic. Penampilannya bagai figur antik di dalam komik Asterix.

Read more ...

Berkunjung ke Rumah Kelahiran Bung Hatta

Penulis: Walentina Waluyanti de Jonge - Nederland

Saya sempat berkunjung ke rumah kelahiran Bung Hatta di Bukittinggi. Kunjungan saya itu dalam rangka menghadiri Hari Lahir Bung Hatta yang ke-113 tahun. Dalam perayaan tersebut, saya bersama putri Bung Hatta, Dra. Halida Hatta, M.A., Dr. Welmin Sunyi Ariningsih dan Prof. Dr. Phil. Gusti Asnan, sempat menjadi pembicara membahas buku karya saya berjudul “Sukarno-Hatta Bukan Proklamator Paksaan”. Apa saja benda peninggalan Bung Hatta di rumah kelahirannya? Yuk, kita menjenguk rumah Bung Hatta!

Read more ...

Ngintip Pembuatan Kapal VOC di Belanda

Penulis: Walentina Waluyanti de Jonge - Belanda

Saya dan pakar sejarah Dr. Baskara T. Wardaya, berkesempatan menyaksikan pembuatan kapal VOC di Batavia Stad di kota Lelystad yang terletak di Propinsi Flevoland, Belanda. Ratusan tahun lalu, kapal VOC dibuat secara manual, tanpa menggunakan teknologi mesin. Cara ini masih tetap dipertahankan hingga saat ini. Tradisi pembuatan kapal secara tradisional ini tetap dilestarikan oleh Belanda, terutama untuk menarik minat wisatawan.

Read more ...

Berkunjung ke Persembunyian Anne Frank

Penulis: Copyright@Walentina Waluyanti de Jonge - Nederland

Anne Frank, kakak perempuannya, serta ayah ibunya pernah bermukim di Amsterdam. Anne yang lahir di Frankfurt am Main pada 12 Juni 1929, pindah dengan keluarganya ke Amsterdam pada tahun 1933. Sebetulnya keluarga Frank tadinya adalah penduduk Frankfurt am Main di Jerman. Namun sebagai keturunan Yahudi, mereka tak lagi merasa aman berdiam di Jerman. Sebab di Jerman ketika itu telah terlihat gelagat bahwa Hitler akan memusnahkan orang Yahudi. Akhirnya keluarga Frank pun lari dari Jerman.

Read more ...

Minta Maaf pada PKI?

Penulis: Walentina Waluyanti de Jonge

Menyaksikan para pakar internasional bidang sejarah, termasuk pakar dari Indonesia berbicara di Amsterdam, sungguh menarik. Bertempat di International Institute of Social History di Amsterdam, dari pagi hingga sore, saya menghadiri simposium membahas peristiwa 1965 di Indonesia, pada 1-2 Oktober 2015. Simposium ini berjudul “1965” Today – Living with the Indonesia massacres.

Read more ...

Beginilah Putri Bung Hatta Membedah Buku Walentina Waluyanti: Seperti Drone

 Catatan: Kegiatan ini diunggah di youtube, klik =>https://www.youtube.com/watch?v=Vc9jp4sig5w

Putri bungsu Bung Hatta, Halida Hatta, hadir sebagai panelis dalam acara bedah buku karya Walentina Waluyanti de Jonge, 12 Agustus 2015 di kota kelahiran Bung Hatta di Bukittinggi. Penyelenggara acara bedah buku ini adalah Perpustakaan Proklamator Bung Hatta. Adapun penulis Walentina Waluyanti de Jonge diundang sebagai salah satu narasumber dalam acara bedah buku ini.

walentina02

Para pembicara menerima tanda mata dari Kepala Perpustakaan Bung Hatta. Dari kiri: Prof. Dr. Phil. Gusti Asnan (Guru Besar Sejarah dan Dekan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas); Dra. Halida Hatta M.A (Putri Bung Hatta).; Kepala Perpustakaan Proklamator Bung Hatta Drs. Yahyono SIP, M.Si; Walentina Waluyanti de Jonge (penulis buku); Deputi I Perpusakaan Nasional RI Dra. Hj. Welmin Sunyi Ariningsih M. Lib.; moderator diskusi Drs. Melvi Abra, M.Si. 

Read more ...

Ketika Soeharto Membujuk Jenderal Sudirman

Penulis: Copyright @ Walentina Waluyanti de Jonge

Mbak Tutut pernah mengatakan, di matanya ayahnya terlihat sangat gagah terutama ketika masih sebagai prajurit muda dengan seragam militer. Rasanya Mbak Tutut tidak salah. Di luar pro kontra, suka atau tidak suka, kalau berbicara soal penampilan, Soeharto termasuk pria Indonesia yang good looking dan berwibawa. Semua anak pastilah punya kenangan tersendiri yang membuat mereka bangga kepada ayahnya. Namun di luar kebanggaan Mbak Tutut sebagai anak, umumnya semua anak bangsa bangga terhadap para prajurit yang ikut berjuang membela bangsanya. Peran Soeharto sebagai Presiden, hingga kini masih tersandung dengan isu HAM. Terlepas dari kontroversi tadi, namun semasa revolusi memang Soeharto berperan sebagai salah satu prajurit yang ikut terlibat dalam pertempuran saat Belanda melakukan agresi militer. 

Read more ...

Di Keraton Yogya, Tanda Keretakan Charles-Diana

Penulis@copyright: Walentina Waluyanti - Nederland

Pangeran Charles tampak muram. Wajah Diana (Lady Di) merengut. Padahal keduanya sedang disuguhi pertunjukan sendratari klasik oleh penari-penari terbaik dari keraton. Hanya sesekali senyum basa-basi seolah dipaksakan. Di tengah suguhan pertunjukan itu, suami istri itu tetap saling kikuk. Seakan ingin segera meninggalkan kursinya. Charles dan Diana duduk bersisian dengan Sri Sultan dan Ratu Hemas. Namun pasangan kerajaan Inggris itu, nyaris sepanjang acara terlihat dingin. Keduanya lebih banyak membisu satu sama lain. Formalitas protokoler saja yang mengharuskan keduanya harus datang bersamaan sebagai suami istri, meski mereka lebih banyak saling “bertolak punggung”. 

Read more ...

Siapa Bilang Sri Sultan, Suami Ratu Hemas Tidak Berpoligami?

Penulis@Copyright: Walentina Waluyanti – Nederland

Sri Sultan suami Ratu Hemas itu diam-diam diidolakan para wanita Indonesia, lho! Mengapa ia diidolakan perempuan Indonesia, dipaparkan lebih lanjut di tulisan ini. Padahal, selain GKR Hemas istrinya, Sri Sultan juga punya istri lain. Tetapi istri Sultan yang satu lagi, tidak membuat para perempuan menjadi marah padanya. Soalnya berpoligaminya Sri Sultan di sini adalah “berpoligami” (dalam tanda kutip). Artinya istri lain dari Sri Sultan adalah istri mistiknya, yaitu “Kanjeng Ratu Nyai Roro Kidul”. Bagaimanakah sosok istri mistik Sri Sultan ini?

Read more ...
Copyright (c) Walentina Waluyanti 2012. All rights reserved.
Designed by olwebdesign.com