Mengerikan! Rumah Jagal Pemusnah Manusia (Korban Nazi Hitler)

Walentina Waluyanti – Nederland

Baru-baru ini saya berkunjung ke Munchen, Jerman. Kesempatan ini sekaligus saya gunakan untuk melongok kamp konsentrasi di Jerman, yaitu di Dachau dan Bergen-Belsen. Ada terlalu banyak yang bisa diceritakan. Setiap orang sudah tahu bagaimana kebiadaban pasukan Nazi. Namun di samping kekejaman dan penyiksaan, tentara Nazi ternyata punya juga sistem “halus” untuk membunuh. Aroma mengerikan itu sangat terasa, ketika saya melihat lokasinya langsung. Berikut ini foto lokasi dan bagaimana pasukan SS "menghabisi" korbannya.

Mengunjungi Makam Anne Frank di Jerman (Foto-foto Mencekam)

Copyright@Walentina Waluyanti – Nederland

Saya melihat kembang tulip putih di makam Anne Frank. Ternyata makam Anne Frank sampai sekarang masih ditaburi bunga oleh beberapa pengunjung. Ketika berkunjung ke kota Munchen di Jerman, rasanya sayang jika tidak mengunjungi kamp tawanan Nazi di kota kecil, Bergen-Belsen. Soalnya kamp ini dilewati saat perjalanan dari Jerman ke Belanda. Kamp tawanan Nazi di Bergen-Belsen adalah kamp khusus untuk tawanan wanita.

Penyebab Mengapa Komunis Harus Atheis

Copyright@Penulis: Walentina Waluyanti – Belanda

Kisah komunisme vs agama, seperti kisah drama klasik. Komunisme (dianggap antagonis) berusaha menyingkirkan agama (dianggap protagonis). Secara naif, ada yang menyimpulkan hal ini ibarat peperangan, di mana  kebaikan akhirnya dapat mengalahkan kejahatan. Komunisme sudah lama runtuh, dan agama tetap tegak. Tapi jangan lupa, atheisme juga tetap tegak di mana-mana.

Jejak Tawanan di Kamp Nazi

Penulis: Walentina Waluyanti – Belanda

Catatan: Tulisan ini merupakan rangkaian dari tulisan  Mama Kok Ada Batik di Kamp Tawanan Nazi?

Columbus Mengira Menemukan  Asia

Copyright @ Walentina Waluyanti – Nederland

Tahun 1492 adalah kali pertama ia menginjak Benua Amerika. Meski dikenal sebagai penemu Benua Amerika, pada mulanya Christopher Columbus belum sadar  bahwa ia telah menemukan sebuah benua baru. Ia malah berpikir bahwa ia telah menemukan sebuah daerah di Asia. Bahkan  sampai ekspedisi ketiganya, ia belum serta-merta sadar bahwa yang dipijaknya itu bukan Asia. Bagaimanakah akhirnya Columbus menyadari bahwa benua yang ditemukannya itu bukanlah Asia?

Inilah Ibu dari Universitas Sedunia yang Berani Menolak Tekanan Kekuasaan

Copyright @ Penulis: Walentina Waluyanti - Nederland

Saya baru kembali dari kunjungan ke sebuah kampus di Italia. Kampus yang dipenuhi mahasiwa ganteng dan mahasiswi cantik. Tapi yang lebih menarik perhatian, karena di universitas ini pernah ditandatangani piagam yang memberi spirit bagi kaum muda, terutama bagi para mahasiswa. Yaitu spirit untuk bebas mengembangkan riset dan ilmu pengetahuan, tanpa intervensi dan tekanan apapun.

Kota yang Menelan Korban Nyawa 19.000 Serdadu Amerika

Copyright @ Penulis: Walentina Waluyanti

Jika tinggal di Belanda dan ingin jalan-jalan ke negara tetangga, mudah saja. Jarak dan waktu tempuhnya tak begitu panjang dan lama. Cukup dengan bermobil, negara-negara terdekat mudah terjangkau. Misalnya Jerman, Belgia, Luxemburg. Kalau kuat nyetir, bisa ke Perancis, Spanyol, Austria, Italia, dan negara lainnya.

Jejak Putri Kamboja di Trowulan Dicatat Raffles

Penulis: Walentina Waluyanti

Dukungan internasional dalam bentuk advokasi pelestarian pusaka akan diberikan kepada Trowulan. Diduga situs ini adalah salah satu bekas ibu kota Kerajaan Majapahit.

Mama, Kok Ada Batik di Kamp Nazi? (Perbedaan Itu Kodrat  Hidup)

Copyright @ Penulis: Walentina Waluyanti

Catatan penulis: Tulisan ini merupakan rangkaian dari tulisan Jejak Tawanan di Kamp Nazi

Biasanya setiap tahun kami berkunjung ke Indonesia. Kesempatan ini sekaligus saya gunakan untuk melakukan wisata budaya dan sejarah di daerah-daerah di Indonesia. Dengan mengapresiasi ragam budaya itu, saya berharap anak lebih bisa menghargai perbedaan, dengan tidak melupakan akar budaya asal-nya.

Fantasi dan Rahasia Kemenangan di Perang Dunia II (Mengulas “Bikin Roket, Jangan Bikin Puisi” Pepih Nugraha)

Penulis: copyright @ Walentina Waluyanti de Jonge – Nederland

Wartawan Kompas, Pepih Nugraha menulis artikel berjudul “Bikin Roket, Jangan Bikin Puisi”. Judul ini dijelaskannya terinspirasi dari judul berita Eramuslim.com berjudul “Wahai Muslim, Buatlah Roket, Nuklir, Bom, dan Jangan Buat Puisi!”