Konflik SBY-Antasari, Kisah Pilu di Balik Misteri Century

Penulis: Walentina Waluyanti

Antasari memberi kado pada hari kasih sayang atau Hari Valentine,  kepada orang yang dicintai. Maksudnya orang yang dicintai Ani, yaitu SBY. Hari Valentine 2017 tak akan pernah dilupakan SBY. Pada 14 Februari 2017, Antasari berbicara kepada pers. Esensinya adalah Antasari menuding SBY sebagai orang yang tahu skenario kriminilasasi dirinya. Akibatnya Antasari sempat mendekam di penjara selama 7 tahun+10 bulan, karena dituduh terlibat pembunuhan Nasrudin. Nah, Antasari terang-terangan memulai perang terhadap SBY. Secara tak langsung, tangan SBY diduga juga ikut "terpercik" darah Nasrudin. Kalau sinyalemen Antasari itu betul, tentu saja ini menggegerkan. Bagaimana mungkin seorang presiden yang terhormat bisa melakukan ini?

Pemimpin Berpoligami dan Nikah Siri?

Inilah Tipe yang Berpotensi Menjadi Pemimpin di Indonesia

 Penulis: Walentina Waluyanti de Jonge -Nederland

Anggapan umum mengatakan orang rupawan dan berasal dari keluarga terpandang, cocok menjadi pemimpin. Tetapi tampilnya Joko Widodo (Jokowi) sebagai pemimpin, mematahkan anggapan tadi. Meskipun tidak jelek, tetapi Jokowi tidak tergolong ganteng-ganteng amat. Selain itu, ia berasal dari wong cilik, yang kemudian sukses mengangkat nasibnya.

Sakit Hati Soeharto pada Habibie

Penulis: Walentina Waluyanti de Jonge – Nederland

Soeharto merasa kejatuhannya pada 21 Mei 1998, antara lain karena pengkhianatan orang-orang yang justru dipercayainya. Ini terasa menyakitkan bagi Soeharto. Tetapi di antara sekian yang mengkhianatinya, yang paling membuat Soeharto sakit hati adalah Bacharuddin Jusuf Habibie.

Belanda 5000 Tahun Lalu? Jejaknya di Sini

Penulis: Walentina Waluyanti de Jonge – Nederland

Belanda diperkirakan mulai didiami sekitar 5000 tahun lalu. Sebelumnya Belanda sama sekali tidak mungkin didiami karena seluruh permukaannya masih dilapisi es. Kemudian setelah zaman es berakhir, lapisan es yang menutupi Nederland mencair, setelah proses ribuan tahun, aliran dari es yang mencair itu membawa bebatuan dan membentuk timbunan batu raksasa yang terendam di dalam tanah.

Berkunjung ke Rumah Karl Marx di Jerman

Penulis: Copyright @ Walentina Waluyanti de Jonge –Nederland

Karl Marx lahir di kota yang terbilang sebagai kota tertua di Jerman. Nama kota itu adalah Trier. Karl Marx, seorang pemikir yang dikenal melahirkan gerakan kaum buruh sedunia. Pemikiran Marx kemudian menjadi dasar lahirnya paham komunis, meskipun pada mulanya dalam konsep Marx, belum disebut dengan istilah komunisme.

Bangsa Kelt, Cikal Bakal Orang Eropa

Penulis: Copyright @ Walentina Waluyanti de Jonge - Nederland

Terdengar tiupan terompet sangat nyaring. Sungguh memekakkan kuping. Suara itu terdengar dekat sekali, dari arah belakang. Saya menoleh. Tepat di balik punggung saya, berdiri seorang pria Eropa. Ia berpakaian tradisional ala Celtic. Penampilannya bagai figur antik di dalam komik Asterix.

Berkunjung ke Rumah Kelahiran Bung Hatta

Penulis: Walentina Waluyanti de Jonge - Nederland

Saya sempat berkunjung ke rumah kelahiran Bung Hatta di Bukittinggi. Kunjungan saya itu dalam rangka menghadiri Hari Lahir Bung Hatta yang ke-113 tahun. Dalam perayaan tersebut, saya bersama putri Bung Hatta, Dra. Halida Hatta, M.A., Dr. Welmin Sunyi Ariningsih dan Prof. Dr. Phil. Gusti Asnan, sempat menjadi pembicara membahas buku karya saya berjudul “Sukarno-Hatta Bukan Proklamator Paksaan”. Apa saja benda peninggalan Bung Hatta di rumah kelahirannya? Yuk, kita menjenguk rumah Bung Hatta!

 Ngintip Pembuatan Kapal VOC di Belanda

Penulis: Walentina Waluyanti de Jonge - Belanda

Saya dan pakar sejarah Dr. Baskara T. Wardaya, berkesempatan menyaksikan pembuatan kapal VOC di Batavia Stad di kota Lelystad yang terletak di Propinsi Flevoland, Belanda. Ratusan tahun lalu, kapal VOC dibuat secara manual, tanpa menggunakan teknologi mesin. Cara ini masih tetap dipertahankan hingga saat ini. Tradisi pembuatan kapal secara tradisional ini tetap dilestarikan oleh Belanda, terutama untuk menarik minat wisatawan.

Berkunjung ke Persembunyian Anne Frank

Penulis: Copyright@Walentina Waluyanti de Jonge - Nederland

Anne Frank, kakak perempuannya, serta ayah ibunya pernah bermukim di Amsterdam. Anne yang lahir di Frankfurt am Main pada 12 Juni 1929, pindah dengan keluarganya ke Amsterdam pada tahun 1933. Sebetulnya keluarga Frank tadinya adalah penduduk Frankfurt am Main di Jerman. Namun sebagai keturunan Yahudi, mereka tak lagi merasa aman berdiam di Jerman. Sebab di Jerman ketika itu telah terlihat gelagat bahwa Hitler akan memusnahkan orang Yahudi. Akhirnya keluarga Frank pun lari dari Jerman.

Minta Maaf pada PKI?

Penulis: Walentina Waluyanti de Jonge

Menyaksikan para pakar internasional bidang sejarah, termasuk pakar dari Indonesia berbicara di Amsterdam, sungguh menarik. Bertempat di International Institute of Social History di Amsterdam, dari pagi hingga sore, saya menghadiri simposium membahas peristiwa 1965 di Indonesia, pada 1-2 Oktober 2015. Simposium ini berjudul “1965” Today – Living with the Indonesia massacres.