Jokowi Media Darling? Ini Rahasianya!

Penulis: Walentina Waluyanti - Nederland

Awak media juga punya selera. Sekali seorang figur memenuhi kriteria yang cocok dengan selera para awak media, maka besar kemungkinan figur itu bisa menjadi media darling. Sebutan media darling, adalah sebutan kepada seseorang yang menjadi favorit dan populer di kalangan media, sehingga sangat gencar terus-menerus menjadi objek pemberitaan.

Namun popularitas Jokowi ini, tak jarang menimbulkan komentar sumbang. Misalnya Gus Ipul, Wagub Jawa Timur, yang menyatakan bahwa Jokowi hanya luar biasa di pemberitaan pers, namun kinerjanya belum teruji.

Saat hasil survei menunjukkan bahwa Jokowi digandrungi kaum hawa, Sekretaris Fraksi PDI Perjuangan Bambang Wuryanto menilai, wajar jika Jokowi disukai kaum perempuan.  "Jokowi ‘kan media darling, wajar saja," (Kompas, 18/7/2013).

jokowi1

Jokowi (foto: thejakartapost)

Walaupun ada yang berkomentar sumbang, namun faktanya, sejak awal memang Jokowi telah merebut hati kalangan pers. Jokowi berhasil mematahkan pendapat bahwa seorang figur yang popular di kalangan media adalah tokoh flamboyan, menarik secara fisik, wangi, modis, dan semua yang secara kasat mata terlihal ideal. Secara fisik, Jokowi memang tidak memenuhi kriteria ideal, namun jika Jokowi menjadi media darling,  rahasianya adalah:

  • Kultur feodal menyebabkan selama ini pejabat menempatkan diri sebagai “manusia tak biasa (yang mesti dilayani)”, beda dengan rakyat yang “manusia biasa (yang mesti melayani)”. Sedangkan pada Jokowi, hal ini berbeda. Jokowi tetap membawakan dirinya seperti rakyat biasa sama seperti para wartawan/pers yang juga merupakan representasi rakyat. Hanya saja yang satu adalah rakyat bekerja sebagai Gubernur, dan yang satu adalah rakyat yang bekerja sebagai wartawan. Sehingga antara Jokowi dan pers, terjadi sinergi yang setara. Menempatkan diri sama seperti rakyat lainnya, terlihat saat Jokowi refleks memindahkan gong yang akan dipukul oleh SBY di sebuah acara. Maksudnya agar memudahkan SBY memukul gong itu. Padahal biasanya pejabat umumnya membiarkan ajudan yang melakukan hal-hal kecil seperti itu.
  • Bersikap biasa dan apa adanya, adalah ciri khas Jokowi. Karena itu pada saat berkomunikasi dengan pers, ia tidak perlu mengatur citra dirinya secara kaku. Pejabat yang bersikap membaur seperti ini, sangat disukai oleh kalangan pers, mengingat semua wartawan mempunyai insting ingin menulis sesuatu yang unik dan menarik. Dan hal ini selalu saja mampu mereka peroleh dari Jokowi.
  • Tidak dibuat-buat, sikap tanpa pretensi, dan budaya “eling” (tahu diri) yang melekat pada pribadi Jokowi, membuatnya mampu berkomunikasi secara merakyat.
  • Bahasa tubuh dan kepribadian Jokowi, merefleksikan “Saya hanyalah abdi rakyat!" *** (Penulis: Walentina Waluyanti de Jonge)

Artikel terkait, klik: Pemimpin Berpoligami dan Nikah Siri? Inilah Tipe yang Berpotensi Memimpin Indonesia

fr wwWalentina Waluyanti de Jonge