History / Politik

Bagaimana Rasanya Menjadi Anak Aidit?

bag6

Read More

Writen by Walentina Waluyanti

Cerita dari Belanda

Pengalaman Ber-caravan di Eropa

DSC 2141 036a

Read More

Written by Walentina Waluyanti

Kisah dari Belanda

History

History

Saksi Bisu Jaman Jepang

verzet1 ww small

Read More

Writen by Walentina Waluyanti

Dwitunggal Soekarno-Hatta

Penggali Pancasila

Memori

Sakit Hati Soeharto pada Habibie

soehartotien

Read More

 Written by Walentina Waluyanti

History/Politics

Minta Maaf pada PKI?

IISG 1

Read More

Writen by Walentina Waluyanti

Walentina Waluyanti de Jonge is an Indonesian author/essayist, historical book writer, teacher.

Jika ada yang menggunakan nama saya Walentina Waluyanti untuk meminta sejumlah uang,  melalui ex-email saya walentinawa@yahoo.com, saya sampaikan itu bukanlah dari saya, sebab email saya di yahoo.com sudah lama dibajak.

Hindari perkara hukum dengan tidak memplagiat tulisan Walentina Waluyanti. Semua tulisan Walentina Waluyanti di website ini dilindungi UU Hak Cipta. Dilarang memperbanyak dan melipatgandakan materi dalam website ini dalam bentuk apapun tanpa ijin Walentina Waluyanti sebagai pemilik website. Copy paste harap mencantumkan nama penulis. Copy paste tanpa mencantumkan nama penulis, sama dengan plagiat. DILARANG KERAS MENGKOMERSILKAN karya penulis Walentina Waluyanti/Walentina Waluyanti de Jonge tanpa IJIN TERTULIS dari penulis Walentina Waluyanti. Melanggar larangan ini berarti melanggar UU Hak Cipta. Hindari tuntutan hukum dengan tidak melakukan pelanggaran atas UU Hak Cipta. 

Reproduceren en kopieeren van alle materialen van deze website van welke aard dan ook is verboden zonder toestemming van Walentina Waluyanti als eigenaar van deze website. Tevens moet men dan voor niet-commerciële doeleinden mijn naam als de auteur vermelden. Commercialiseren van het werk van Walentina Waluyanti is verboden zonder schriftelijke toestemming van mij als schrijver / eigenaar van deze website en men zal bij overtreding van dit verbod instemmen met de juridische gevolgen hiervan.

Berkunjung Ke Makam Vasco da Gama:

Awal Masuknya Portugis ke Nusantara

Penulis: Copyright @ Walentina Waluyanti - Belanda

Telah lama Raja Manuel I dari Portugal mencari nakhoda yang bersedia menempuh perjalanan ke Asia melewati Afrika. Ini adalah rencana kerajaan yang 80 tahun sebelumnya telah dirancang. Tujuannya tidak lain untuk mencari rempah-rempah. Kerajaan-kerajaan di Eropa ketika itu memang berlomba-lomba mencari route ke Asia demi memperoleh rempah-rempah.

vasco01

Foto: Keberangkatan Vasco da Gama ke Asia dilepas oleh Raja Portugal.

Pada awal abad ke-16, rempah-rempah memang menjadi komoditi paling menguntungkan. Siapa yang bisa menguasai perdagangan rempah-rempah, berarti kejayaan dan kekayaan ada di depan mata. Karenanya, Raja Portugis terus berusaha mencari cara agar bisa memperoleh akses langsung ke sumber rempah-rempah di Asia. Akhirnya Raja Portugal yang mensponsori perjalanan itu pun bertemu Vasco da Gama, yang kemudian terpilih untuk memimpin ekspedisi ke Asia.

Di lokasi keberangkatan Vasco da Gama dari Lisabon ke India, kini dibangun monumen Padrão dos Descobrimentos untuk mengenang kepahlawanan para pelaut Portugis. Di bawah ini ketika penulis mengunjungi monumen tersebut yang menghadap ke laut, di Lisabon, Portugal.

DSC 4465 001

Penulis di Lisabon Portugal. lokasi keberangkatan Vasco da Gama ke Asia. (Foto: Walentina Waluyanti)

Vasco dan Gama memulai perjalanannya pada 8 Juli 1497 dengan 4 kapal dan 118 awak kapal. Ia menuju ke arah Timur Laut, mengelilingi Tanjung Harapan. Beberapa tahun sebelumnya, penjelajah Bartolomeus Diaz menemukan Tanjung Harapan ini, yang terletak di ujung Afrika Selatan. Replika kapal penjelajah Portugis untuk menemukan benua baru, sempat dipotret oleh penulis saat berkunjung ke benteng "Fort da Ponta da Bandeira" di Lagos, Portugal.

DSC 5489wm 001

Foto: Replika kapal Portugis yang digunakan pada abad ke-16.

Portugal memang berseberangan laut dengan benua Afrika. Telah lama bangsa Portugis mempunyai hubungan dagang dengan daerah-daerah di pantai Afrika Utara dan Afrika Barat. Setelah ditemukan kompas, pelaut-pelaut itu berlayar makin jauh sampai ke Afrika Selatan, dan akhirnya ditemukanlah Tanjung Harapan oleh Bartolomeus Diaz. Melalui Tanjung Harapan inilah, Raja Portugis mengharapkan dapat ditemukan jalan menuju sumber penghasil rempah-rempah di Asia. Untuk misi inilah Vasco da Gama melakukan perjalanannya.vasco02

Benar saja, akhirnya melalui Tanjung Harapan Vasco da Gama berhasil mencapai Asia. Ia melabuhkan kapalnya pada tahun 1498 di India. Sejak kedatangan Vasco da Gama, selanjutnya kapal-kapal Portugis berikutnya mulai ramai berdatangan ke Asia, berdagang dan mencari rempah-rempah. Dari Asia Selatan, bangsa Portugis berlayar ke Selat Malaka dan akhirnya ke Nusantara, hingga akhirnya bercokol di Maluku.

Kedatangan Vasco da Gama ke India merupakan awal masuknya penjajahan Portugis di India, hingga akhirnya pelaut-pelaut Portugis menemukan Maluku pada tahun 1512 (sebelumnya mereka tiba di Malaka tahun 1509). Kedatangan Vasco da Gama di India, sekaligus mengawali jalan bagi masuknya kolonialisme Eropa di Asia, termasuk di kepulauan Nusantara. Bangsa Portugis tercatat sebagai bangsa Eropa pertama yang tiba di Nusantara.

Foto: Vasco da Gama

Perjalanan Vasco da Gama yang menemukan India itu, merupakan sukses besar bagi bangsa Portugis. Kerajaan Portugal pernah menjadi kerajaan terkaya di Eropa karena monopolinya atas perdagangan rempah-rempah ini.

vasco da gama1 01

Ilustrasi Vasco da Gama tiba di India.

Atas keberhasilannya menemukan jalur ke Asia, Vasco da Gama dianugerahi gelar kebangsawanan. Dari Raja Manuel, ia juga mendapat gelar sebagai "Admiral Samudera Hindia". Selanjutnya Vasco da Gama sempat kembali lagi ke India. Perjalanannya yang kedua kali ke India yaitu pada tahun 1502 dengan 20 armada kapal perang. Dan untuk ketiga kalinya, ia kembali diutus oleh Raja untuk ke India, dan bertugas sebagai Raja muda mewakili Portugis pada tahun 1524. Namun tak lama setibanya di Goa, ia sakit malaria, dan pada tahun yang sama ia meninggal pada malam natal di kota Cochin.

Jenazah Vasco da Gama dipindahkan dari India ke Gereja di Lisabon

Jasa Vasco da Gama yang telah menemukan route ke daerah penghasil rempah di Asia, dikenang oleh bangsa Portugis. Ia dianggap sebagai pahlawan yang pernah membawa bangsa Portugis kepada zaman kejayaan. Vasco da Gama menjadi salah satu pahlawan yang paling dihormati oleh kerajaan dan bangsa Portugis. Maka pada tahun 1529, jenazah Vasco da Gama dipindahkan ke gereja nan megah di Portugal.

DSC 4511 002

Penulis di depan gereja tempat Vasco da Gama di makamkan. (Foto: Walentina Waluyanti)

Vasco da Gama dimakamkan di tempat terhormat yaitu di gereja Santa Maria. Gereja ini terletak di dalam komplek biara sangat besar dan megah. Bangunan ini meruapakan bangunan terpenting dan bersejarah di Lisabon. Bersama Vasco da Gama, di dalam gereja ini juga dimakamkan para bangsawan dan pujangga besar Portugal, yaitu Fernando Pessoa. Gereja ini terletak di dalam kompleks biara di Mosteiro de Santa Maria di kota Belém,  Lisabon.

Penulis menyempatkan untuk mengunjungi makam Vasco da Gama di Lisabon Portugal (foto di bawah), yang setiap hari banyak dikunjungi turis dari seluruh dunia. Setiap orang harus berdiri lamaaa di antrian panjang sebelum akhirnya bisa memasuki makam Vasco da Gama yang terletak di kompleks biara yang sangat besar bagai istana.Pada abad lalu orang Eropa punya tradisi menguburkan orang-orang terpandang di dalam gereja.

DSC 5038 001Penulis didepan makam Vasco da Gama (Foto: Walentina Waluyanti)

DSC 5029wm

Suasana di dalam gereja Santa Maria tempat Vasco da Gama dimakamkan.

Hingga kini jejak bangsa Portugis di Indonesia masih bisa terlihat terutama di daerah Timor di Indonesia. Di Flores/Timor, masih banyak penduduknya yang menggunakan nama belakang dari Portugis, misalnya Fernandez, da Cunha, da Lopez, de Fretez, Pareira, da Silva. Begitu pula banyak kata serapan dalam bahasa Indonesia yang berasal dari bahasa Portugis, misalnya gereja (igreja), meja (mesa), kereta (carreta), jendela (janela), keju (queijo), kampung (campo), boneka (boneca), bangku (banco), bendera (bandeira), dan masih banyak lagi. Musik keroncong pun sebetulnya berakar dari musik tradisional Portugis, yang dibawa oleh pelaut-pelaut Portugis. Begitulah, persentuhan Indonesia dan Portugis, diawali dari penjelajahan Vasco da Gama yang menemukan jalur pelayaranke Asia. *** (Penulis: Walentina Waluyanti)

Walentina Waluyanti

Penulis buku “Tembak Bung Karno Rugi 30 Sen”

Back

Add comment


Security code
Refresh

Sukarno

Tembak Bung Karno Rugi 30 Sen

(Hikmah di Balik Sejarah Bung Karno)

Resensi: Dwi Budiawan Santoso

DSC 0157 001

Read More

Written by Walentina Waluyanti

Buku Walentina di Gramedia

Bung Hatta

Berkunjung ke Rumah Kelahiran Bung Hatta

DSC 0424wm

Read More

Written by Walentina Waluyanti

Historic House

Berkunjung ke Rumah Karl Marx di Jerman

DSC 0180wm

Read More

Written by Walentina Waluyanti

History/Politics

Penyebab Mengapa Komunis Harus Atheis
komunis1webRead More

Writen by Walentina Waluyanti

Quote by Walentina Waluyanti

walentina avatar

"Jadilah penulis bermartabat, punya harga diri, dengan tidak menjiplak tulisan orang lain. Dengan pedang kehormatan dan harga diri, tulisan karya sendiri dapat mengangkat harkat penulisnya." email: walentina.waluyanti@upcmail.nl