Tips Menulis

Tips Menulis ala Walentina

tips 1 web

Read More

Written by Walentina Waluyanti

VOC

Ngintip Pembuatan Kapal VOC di Belanda

VOC01a

Read More

 Written by Walentina Waluyanti

Atheis vs Theis

Cari Bukti Tuhan Ada?

photo4 web

Read More

Written by Walentina Waluyanti

History/Politics

Penyebab Mengapa Komunis Harus Atheis

komunis1web

Read More

Written by Walentina Waluyanti

History

Jejak Tawanan di Kamp Nazi

kamp011ww

Read More

Written by Walentina Waluyanti

Pengalaman Hidup di Belanda

Dwitunggal Soekarno-Hatta

Penggali Pancasila

Memori

Sakit Hati Soeharto pada Habibie

soehartotien

Read More

 Written by Walentina Waluyanti

History/Politics

Minta Maaf pada PKI?

IISG 1

Read More

Written by Walentina Waluyanti

Walentina Waluyanti de Jonge is an Indonesian author/essayist, historical book writer, teacher.

Jika ada yang menggunakan nama saya Walentina Waluyanti untuk meminta sejumlah uang,  melalui ex-email saya walentinawa@yahoo.com, saya sampaikan itu bukanlah dari saya, sebab email saya di yahoo.com sudah lama dibajak.

Hindari perkara hukum dengan tidak memplagiat tulisan Walentina Waluyanti. Semua tulisan Walentina Waluyanti di website ini dilindungi UU Hak Cipta. Dilarang memperbanyak dan melipatgandakan materi dalam website ini dalam bentuk apapun tanpa ijin Walentina Waluyanti sebagai pemilik website. Copy paste harap mencantumkan nama penulis. Copy paste tanpa mencantumkan nama penulis, sama dengan plagiat. DILARANG KERAS MENGKOMERSILKAN karya penulis Walentina Waluyanti/Walentina Waluyanti de Jonge tanpa IJIN TERTULIS dari penulis Walentina Waluyanti. Melanggar larangan ini berarti melanggar UU Hak Cipta. Hindari tuntutan hukum dengan tidak melakukan pelanggaran atas UU Hak Cipta. 

Reproduceren en kopieeren van alle materialen van deze website van welke aard dan ook is verboden zonder toestemming van Walentina Waluyanti als eigenaar van deze website. Tevens moet men dan voor niet-commerciële doeleinden mijn naam als de auteur vermelden. Commercialiseren van het werk van Walentina Waluyanti is verboden zonder schriftelijke toestemming van mij als schrijver / eigenaar van deze website en men zal bij overtreding van dit verbod instemmen met de juridische gevolgen hiervan.

Dari Beatrix ke Alex

Author: Walentina Waluyanti - Belanda

Ah, hangatnya keluarga ini. Dalam keseharian, mereka seperti  layaknya keluarga di banyak rumah tangga lain. Sang ayah meminta putri sulungnya bernyanyi. Ayah, ibu dan adik-adiknya menyimak merdunya suara Amalia.

Penuh keceriaan, mereka tak tampak seperti raja, ratu dan putri-putri kerajaan. Ya, itulah Willem Alexander bersama istrinya, Maxima yang berasal dari Argentina serta 3 putri mereka, Amalia, Alexia, dan Ariane.

Video di bawah ini menggambarkan kehangatan keluarga sang calon raja Belanda. Tampak calon raja Belanda, Willem Alexander begitu bangga melihat Amalia putrinya bernyanyi. Willem memuji putrinya, “Saya ingin punya suara bagus seperti kamu." (Ik wou dat ik zo'n mooie stem had als jij).


Selama lebih dari seabad, kerajaan Belanda secara berturut-turut  diperintah oleh perempuan. Mulai dari Ratu Emma, Wilhelmina, Juliana, sampai Beatrix. Terakhir kali diperintah oleh seorang raja, berakhir tahun 1890 setelah wafatnya Raja Willem III.

beatrix1

Ratu Beatrix saat pernikahannya dengan Claus (Foto:newsnationalpost)

beatrix2

Beatrix, suami, dan ketiga putranya (Foto: vakq)

beatrix3

 Willem Alexander dan Beatrix (Foto: Dutchnews)

Saat ini rakyat Belanda sedang menantikan moment bersejarah tanggal 30 April 2013.  Di hari bersejarah itu, Willem Alexander (45) akan dilantik sebagai raja Belanda. Willem Alexander biasa dipanggil "Alex" oleh teman-temannya. Ia juga dijuluki Prins "Pills" (bir), karena kesukaannya pada bir.

Willem Alexander menggantikan ibunya, Ratu Beatrix yang sudah bertahta selama 33 tahun. Beatrix menduduki tahta ratu Belanda, saat ia berusia 42 tahun, sejak 30 April 1980. Beatrix mengumumkan turun tahtanya pada tanggal 28 Januari 2013.

Tampaknya ratu sengaja menunggu moment yang pas untuk menyerahkan mahkota pada putranya.  Yaitu saat ia berusia 75 tahun, dan tepat 200 tahun usia kerajaan Belanda.

 

Walentina Waluyanti

Nederland, 29 Januari 2013

Back

Diverse

History

Di Balik Matinya Hitler

hitler eva2

Read More

Written by Walentina Waluyanti

Buku Walentina di Gramedia

Buku Walentina Waluyanti di Gramedia

walentina06

Read more

Written by Walentina Waluyanti

Bung Hatta

Berkunjung ke Rumah Kelahiran Bung Hatta

DSC 0424wm

Read More

Written by Walentina Waluyanti

Korban Hitler

Mengerikan! Rumah Jagal Pemusnah Manusia!

dachau013

Read More

 Written by Walentina Waluyanti

'Tembak Bung Karno'

Historic House

Berkunjung ke Rumah Karl Marx di Jerman

DSC 0180wm

Read More

Written by Walentina Waluyanti

Quote by Walentina Waluyanti

walentina avatar

"Jadilah penulis bermartabat, punya harga diri, dengan tidak menjiplak tulisan orang lain. Dengan pedang kehormatan dan harga diri, tulisan karya sendiri dapat mengangkat harkat penulisnya."

email: walentina@waluyanti.com