< A room without books is like a body without a soul >

Pertempuran di Tarakan - Kaltim (1942)

Dimuat di Kolom Kita Detik.com

Penulis: Sirpa - California

Surat terbuka kepada sobat Walentina Waluyanti di Amsterdam.

Campbell, 20 Februari 2012

Dear Walentina,

kaltim-1a

Tak terasa kita baru saja memasuki tahun 2012, walaupun saya sudah kirim ucapan Selamat bertahun baru kepadamu, tak ada salahnya kuulangi kembali biar tambah krachtig.

(Kamu pasti terkekeh-kekeh membacanya, terasa bego yah, kok Sirpa mengirim greetings-nya sampai dobel).

Selepas menginjak Tahun Baru 2012, tepatnya 23 Januari 2012, kita mengenal Hari Tahun Baru Imlek 2563, yang di sini (California, AS) secara tidak resmi bukanlah hari yang termasuk holiday seperti halnya peringatan Hari Natal. Namun demikian berbeda dengan di tempat ku mencari sesuap nasi dan segebok uang dolar. Di hari ini aku libur!

Herannya pula, kenapa setiap tahun baru Cina selalu ditandai turun hujan, atau kemungkinan hanya pas kebetulan belaka. Hari ini di tempatku tinggal, hujan rintik-rintik sudah turun sejak dua malam lalu. Yang mana air hujan di California sini amat diharapkan untuk mengisi reservoir (dam penampungan air) guna kebutuhan pengairan yang disalurkan ke perkebunan-perkebunan serta ke pemukiman warga sekitar.

BTW, kalian jadi plesiran ke Kalimantan Barat di awal tahun ini? Semoga terlaksana niatnya dan enjoy akan suguhan pesona alam Kalimantan kaltim-2ayang molek serta keramah-tamahan penduduknya.

Menginjak bulan Januari ini ada peristiwa yang menarik untuk kita kenang yang ada hubungan erat dengan para pelaku sejarah yang berlangsung di Tarakan, Kalimantan Timur dan keluarga para pelaku sejarah yang masih hidup. Sisa-sisa keluarga pelaku sejarah yang masih hidup di Belanda tersebut telah mendapatkan suatu pengakuan dari pihak pemerintah Belanda dengan didirikannya Monumen di TMP Loenen.

Walentina yang baik,

kaltim-3a

Ada baiknya ngana (kamu) meneruskan membaca kisah tentang bagaimana sekelompok militer Belanda (so barang tentu militer Belanda dibantu tentara KNIL, yang notabene sebagian personilnya berasal dari orang-orang berkulit sawo matang dan berbahasa Indonesia ). Dan jangan kaget yah, ternyata sewaktu saya searching di Mas Gugel ada sederetan nama bekas sejumlah perwira tinggi yang sempat menjadi jenderal TNI yang pernah menjadi tentara KNIL tersebut. Mereka antara lain: Suharto (bekas presiden RI ) , A.H. Nasution , T.B.Simatupang , Urip Sumoharjo dan Gatot Subroto . Sedangkan mantan jendral yang berasal dari Maluku juga ada yaitu antara lain : Julius Tahija, Muskita dan Tanasale. Tidak sedikit dari mantan tentara KNIL ini , pernah mengenyam pendidikan kemiliteran di Koninklijke Militaire Academie ( KMA ) di Breda, Belanda.

kaltim-4aSelang beberapa tahun setelah Indonesia memproklamirkan kemerdekaannya, yang mana proklamasi kemerdekaan ini baru diakui kedaulatannya oleh Belanda pada tanggal 27 Desember 1949. Maka berdasarkan keputusan dari kerajaan Belanda, organisasi tentara KNIL yang usianya mencapai 120 tahun ini , pada 26 Juli 1950 dinyatakan secara resmi bubar. Berdasarkan Konferensi Meja Bundar, para mantan tentara KNIL yang berjumlah 60 ribu personil , bagi mereka yang masih ingin meneruskan karir nya di Angkatan Perang Republik Indonesia Serikat (APRIS) harus diterima dengan pangkat yang sama seperti sewaktu sang serdadu tersebut masih berdinas di KNIL..

Jepang mendarat di Tarakan

Perang Pasifik sudah pecah dengan dimulainya penyerbuan tentara Kekaisaran Jepang ke Pearl Harbor pada 7 Desember 1941. Memaklumi bahwa kota Tarakan di Kalimantan Timur dianggap begitu strategis dalam perang jangka panjang. Dikarenakan menghasilkan minyak mentah yang bisa diolah untuk dijadikan bahan bakar guna keperluan mesin mesin perang Jepang. Kelak setelah berhasil menyerbu Tarakan maka rencana selanjutnya ialah rencana mencaplok kota minyak yang strategis lainnya yang juga berada di Kalimantan Timur lainnya yaitu kota Sanga Sanga dan Balikpapan.

kaltim-5a

Tepat 11 Januari 1942, Jepang menyerang garnizoen Belanda yang berkekuatan sekitar 1300 personil yang ditugaskan menjaga instalasi/ fasilitas penting milik perusahaan minyak Belanda BPM ( Bataafsche Petroleum Maatschappij ) yang memiliki sekitar dua puluhan sumur pompa minyak dan hanya sanggup memproduksi sebanyak 80 ribu barrel minyak mentah perbulannya.
Kelak dikemudian hari sebelum instalasi minyak ini jatuh ketangan Jepang, terlebih dahulu semua sumur-sumur bor minyak mentah di Tarakan sudah dihancur leburkan pihak Belanda. Namun , kecerdikan Jepang juga sudah membawa sebanyak 350 personil yang bekerja menangani puing puing pengeboran minyak sisa-sisa peninggalan BPM bahkan berhasil melipat gandakan hasil produksi minyak mentahnya menjadi 350 ribu barrel perbulannya .

kaltim-6a

Komandan Garnisun Belanda, kala itu dijabat oleh Overste (Letnan Kolonel) S. de Waal bersama anak buahnya yang memiliki meriam penjaga pantai yang ditempatkan di perbukitan Peningki dan Karungan berhasil menenggelamkan 2 buah kapal penyapu ranjau milik Jepang, kapal W 13 dan kapal W 14 . Tetapi dalam pertempuran yang singkat itu, hanya dua hari, pihak Jepang berhasil memenangkan peperangan di Tarakan dengan menawan serta membunuh 215 tentara Belanda serta membuang mayatnya di laut.

Selang tiga tahun setelah Jepang mencaplok Tarakan dari tangan Belanda, 1 Mei 1945 , tentara sekutu yang dipelopori Australia, melancarkan Operation OBO One dan berhasil melakukan pendaratan di Tarakan serta berhasil membuat tentara Jepang bertekuk lutut.

kaltim-7a

Dear Walentina,

Dalam rangka memperingati kisah heroik para serdadu Belanda yang gugur dalam pertempuran di Tarakan tersebut, maka sejumlah keluarga korban peperangan Tarakan yang dibantu oleh Yayasan Makam Pahlawan Belanda berusaha membuat tugu peringatan untuk mengenang aksi militer 70 tahun yang silam tersebut.

kaltim-8a

Mengenang awak artileri pesisir di Peningki dan Karungan, Hindia Belanda. 19 Januari 1942.
Mereka dibunuh secara brutal di atas kapal perang Jepang di perairan Pulau Tarakan dan kemudian dibuang ke laut. Semoga mereka beristirahat dengan tenang .
Ini saya sisipkan video rekaman peresmian tugu peringatan yang didirikan di TMP Loenen ( suatu kota yang terletak di tengah di antara kota tempatmu tinggal di Amsterdam dengan kota Utrecht yang kalau saya lihat di peta, jaraknya sekitar 20 kilometer)
Video yang berdurasi selama 02:39 menit tersebut saya cuplik dari Radio Nederland , bisa dilihat disini:

Monumen Pertempuran Tarakan Diresmikan di Belanda

Mudah mudahan videonya masih eksis sehingga bisa disimak. Coba ngana perhatikan baik-baik dari video tersebut. Ada beberapa nama kawanua yang last name (faam)  nya tertera pada tugu tersebut. Nama-nama faam para kawanua tersebut antara lain: Sakoel , Roentoe , Palit ( pada menit ke 00:16 ) ; Tidajoh ( 00:17) ; Soemantri , Wattimena , Wulur ( 00:56) serta Rawung, Palendeng, Palit ( 01:01 ). Yang kesemua dari saudara-saudara kita yang kawanua ini ikut bahu membahu membantu militer Belanda mempertahankan pencaplokan kota Tarakan dari serbuan Jepang.

Mogen zij rusten in vrede.... Semoga mereka beristirahat dengan tenang.


Walentina yang baik,
Ngobrolnya cukup di sini dulu ya ... kapan-kapan disambung lagi.
salam manis,

Sirpa

Bahan :
Radio Nederland Wereldomroep: Monumen Pertempuran Tarakan Diresmikan di Belanda

Copyright (c) Walentina Waluyanti 2019. All rights reserved.