Tips Menulis

Tips Menulis ala Walentina

tips 1 web

Read More

Written by Walentina Waluyanti

VOC

Ngintip Pembuatan Kapal VOC di Belanda

VOC01a

Read More

 Written by Walentina Waluyanti

Atheis vs Theis

Cari Bukti Tuhan Ada?

photo4 web

Read More

Written by Walentina Waluyanti

History/Politics

Penyebab Mengapa Komunis Harus Atheis

komunis1web

Read More

Written by Walentina Waluyanti

History

Jejak Tawanan di Kamp Nazi

kamp011ww

Read More

Written by Walentina Waluyanti

Pengalaman Hidup di Belanda

Dwitunggal Soekarno-Hatta

Penggali Pancasila

Memori

Sakit Hati Soeharto pada Habibie

soehartotien

Read More

 Written by Walentina Waluyanti

History/Politics

Minta Maaf pada PKI?

IISG 1

Read More

Written by Walentina Waluyanti

Cerita dari Belanda

Pengalaman Liburan dengan Caravan di Eropa

DSC 2141 036a

Read More

Written by Walentina Waluyanti

Walentina Waluyanti de Jonge is an Indonesian author/essayist, historical book writer, teacher.

Jika ada yang menggunakan nama saya Walentina Waluyanti untuk meminta sejumlah uang,  melalui ex-email saya walentinawa@yahoo.com, saya sampaikan itu bukanlah dari saya, sebab email saya di yahoo.com sudah lama dibajak.

Hindari perkara hukum dengan tidak memplagiat tulisan Walentina Waluyanti. Semua tulisan Walentina Waluyanti di website ini dilindungi UU Hak Cipta. Dilarang memperbanyak dan melipatgandakan materi dalam website ini dalam bentuk apapun tanpa ijin Walentina Waluyanti sebagai pemilik website. Copy paste harap mencantumkan nama penulis. Copy paste tanpa mencantumkan nama penulis, sama dengan plagiat. DILARANG KERAS MENGKOMERSILKAN karya penulis Walentina Waluyanti/Walentina Waluyanti de Jonge tanpa IJIN TERTULIS dari penulis Walentina Waluyanti. Melanggar larangan ini berarti melanggar UU Hak Cipta. Hindari tuntutan hukum dengan tidak melakukan pelanggaran atas UU Hak Cipta. 

Reproduceren en kopieeren van alle materialen van deze website van welke aard dan ook is verboden zonder toestemming van Walentina Waluyanti als eigenaar van deze website. Tevens moet men dan voor niet-commerciële doeleinden mijn naam als de auteur vermelden. Commercialiseren van het werk van Walentina Waluyanti is verboden zonder schriftelijke toestemming van mij als schrijver / eigenaar van deze website en men zal bij overtreding van dit verbod instemmen met de juridische gevolgen hiervan.

Doa

Author: Avy Loftus – Canada

Dalam kesibukan saya baru-baru ini, hati saya tergerak untuk memasuki sebuah tempat ibadah, untuk meringankan beban pikiran dan sekaligus refreshing rohani, begitu pikir saya waktu itu. Tidak diduga pada saat itu, sedang ditayangkan documentary film (true story) tentang penderitaan rakyat asli Canada (yang sering disebut Inuit) yang berdomisili di daerah Nunavut dan Quebec Utara.

photo1-web

Pada awal tayangan film tersebut, saya belum menangkap secara jelas, apa yang sebenarnya terjadi dengan penduduk yang boleh dibilang terhilang dan terbuang dari perhatian pemerintah Canada selama puluhan tahun lamanya. Setelah film ini selesai, saya mengerti secara jelas isi dari film tersebut dan inilah ringkasan ceritanya.

Ada sekitar 70-an suku asli Canada, dan salah satunya adalah Inuit (banyak orang sering menyebut mereka Eskimo). Diceritakan bahwa setiap bulannya, paling sedikit ada dua anak remaja yang bunuh diri dalam masyarakat Inuit. Masyarakat tidak menyadarinya, sampai sekali waktu salah satu anggota keluarga mereka yang menjadi korban, baru mereka tersadar. Tingkat kejahatan pun cukup tinggi di dalam masyarakat ini, mulai dari kekerasan rumah tangga, sampai perkelahian di jalan-jalan umum yang kadang memakan korban jiwa.

Ada beberapa sukarelawan keturunan Inuit, bekerja meneliti masalah ini. Mereka mulai terbebani hatinya. Mereka mempelajari dan berusaha mencari sebab-sebab dari tingginya tingkat bunuh diri dan kejahatan dalam masyarakat tersebut. Ternyata banyak kasus anak-anak korban kekerasan rumah tangga. Ayah sering memukuli ibu mereka saat mabuk, seorang putri diperkosa kakak atau ayahnya saat mereka mabuk dan lupa diri, atau seorang wanita diperkosa orang mabuk di jalan, pelacuran mulai berkembang. Karena tidak adanya sistem penunjang atau orang yang dapat mereka ajak bicara, cepat atau lambat depresi para korban tersebut teramat dalam dan bunuh diri satu-satunya jalan yang akhirnya mereka tempuh. Banyak juga yang lari ke obat-obatan dan menjadi over dosis dan tidak jarang berakibat fatal, nyawa melayang. Perceraian keluarga cukup tinggi dalam masyarakat ini, yang dulunya tidak mengenal kata perceraian.

photo2-web

Walaupun awalnya teramat sulit bagi seorang reverend untuk menyelamatkan jiwa seseorang, ternyata doa memegang peranan amat penting. Dari hasil doa dan usaha (ora et labora) yang tekun, terjadilah suatu komunikasi awal dengan beberapa penduduk Inuit yang tadinya terluka dan sangat tertutup. Ini merupakan hal yang positif, mengarah pada keterbukaan dalam proses kesembuhan jiwa masyarakat tersebut. Kemudian dengan berjalannya waktu, terjadilah satu perhimpunan kecil, sel doa di salah satu gereja tua di sana, yang sudah lama tidak berfungsi. Lambat laun, satu persatu masyarakat Inuit yang merasa terbuang tersebut, menemukan suatu kedamaian, kasih dan harapan di antara mereka. Mereka yang telah menemukan ketenangan di dalamNya, mulai berdoa khusuk untuk keluarga mereka masing-masing dan doa mereka membuahkan hasil.

Ada suatu gerakan Ilahi yang belum pernah mereka rasakan sebelumnya dan sedang bekerja di dalam masyarakat tersebut. Mereka merasa sedang dilayati roh Sang pencipta alam semesta, mereka merasa tidak layak dan pasrah total. Banyak orang yang tidak bisamemahami bagaimana bisa seorang ayah lepas dari kecanduan minuman keras tahunan dan dia bisa berdamai dengan istri dan keluarganya, seorang adik bisa memaafkan kekhilafan kakaknya, korban perkosaan bisa memaafkan orang yang memperkosanya, dsb. Berdasarkan kepercayaan kuno suku Inuit, mereka mulai membersihkan rumah dan pekarangan rumah mereka dari roh-roh jahat yang selama ini berada dalam masyarakat tersebut.

Mungkin cerita ini tidak bisa dipercaya kebenarannya kalau tidak ada saksinya. RCMP (= Royal Canadian Mounted Police) yang biasanya di-stereotype sebagai polisi yang rasis, tidak peduli dengan apa yang terjadi dalam masyarakat asli Kanada, melihat kenyataan bahwa angka kejahatan yang mulai menurun secara drastis dalam masyarakat tersebut.

photo3-web

photo4-web


Banyak masyarakat yang menyimpan minuman keras, narkoba, buku-buku porno dan kaset-kaset aliran musik keras (yang di dalamnya berisi ajakan untuk bunuh diri, kekerasan dan pemberontakan lainnya), melepas barang-barang tersebut dengan suka rela untuk dimusnahkan. RCMP membantu membakar barang-barang tersebut. Tercatat barang-barang yang dimusnahkan bernilai ratusan ribu dollar.

Setelah masyarakat berdamai dengan diri mereka, keluarga dan masyarakat di sekitarnya, terlihat perubahan alam di sekitar mereka juga. Tanah yang tadinya tandus dan kering, mulai tampak berhijauan dan rimbunan pohon berries mulai terlihat di sana-sini. Ikan-ikan kembali ke sungai-sungai dekat pemukiman masyarakat Inuit tersebut. Karibu yang tidak pernah terlihat lagi, muncul ke permukaan kembali. Bahkan ikan paus yang bertanduk (narwal) yang dianggap telah lama musnah, muncul kembali ke permukaan laut di tempat mereka tinggal. Ekosistem di daerah tersebut yang tadinya mati, menjadi hidup kembali. Seorang kepala suku Inuit mengatakan sepertinya kutuk terangkat dari bumi yang mereka pijak dan berkatNya datang berkelimpahan.

photo5-web

Saya sempat terhenyak menyaksikan film tersebut dan terlintas di kepala saya…sepertinya hal ini yang sedang terjadi di bumi Indonesia. Ketika pemerintah dan masyarakat terlibat dalam suatu jaringan/kegiatan yang negatif (KKN, narkoba, kawin-cerai, pornografi, dsb), energi negatif tersebut mempengaruhi alam dan juga mengikuti langkah putra-putri bangsa Indonesia di mana mereka berpijak (entah mereka ada di Indonesia, Malaysia, Saudi atau tempat-tempat lainnya) seperti ikutan terkutuk dan untuk mengangkat kutuk tersebut tentunya butuh waktu dan doa. Bagi anda yang tidak merasakan imbasnya secara langsung/tidak langsung atas kutuk yang sedang berada di tanah air, percaya/tidak, itu semua semata-mata karena berkat doa anda dan keluarga yang berhasil menghalaukannya.

Satu harapan saya...semoga kita dengan ikhlas, mau berdoa bagi bangsa Indonesia agar terbangun dari mimpi buruk yang berkepanjangan, sehingga kutuk tersebut lewat dan terangkat dengan berjalannya waktu…

Back

Add comment


Security code
Refresh

Diverse

 Asyiknya Lebaran Jadul

IMG 4172wm

Read More

Written by Walentina Waluyanti

History

Di Balik Matinya Hitler

hitler eva2

Read More

Written by Walentina Waluyanti

Buku Walentina di Gramedia

Buku Walentina Waluyanti di Gramedia

walentina06

Read more

Written by Walentina Waluyanti

Bung Hatta

Berkunjung ke Rumah Kelahiran Bung Hatta

DSC 0424wm

Read More

Written by Walentina Waluyanti

Korban Hitler

Mengerikan! Rumah Jagal Pemusnah Manusia!

dachau013

Read More

 Written by Walentina Waluyanti

'Tembak Bung Karno'

Historic House

Berkunjung ke Rumah Karl Marx di Jerman

DSC 0180wm

Read More

Written by Walentina Waluyanti

Quote by Walentina Waluyanti

walentina avatar

"Jadilah penulis bermartabat, punya harga diri, dengan tidak menjiplak tulisan orang lain. Dengan pedang kehormatan dan harga diri, tulisan karya sendiri dapat mengangkat harkat penulisnya."

email: walentina@waluyanti.com