< A room without books is like a body without a soul >

Catatan: Terima kasih dan apresiasi saya haturkan kepada Budiawan Dwi Santoso yang telah menuliskan review tentang buku “Tembak Bung Karno Rugi 30 Sen”.

Resensi Buku "Tembak Bung Karno Rugi 30 Sen":

Hikmah di Balik Sejarah Bung Karno

Penulis: Dwi Budiawan Santoso

Walentina Waluyanti De Jonge tak akan membiarkan sejarah tentang Bung Karno menguap dan menghilang begitu saja pada masa kini atau masa depan nanti. Ikhtiar ini dibuktikan olehnya dengan menerbitkan buku Tembak Bung Karno, Rugi 30 Sen (2014). Sekilas, judul ini terasa humoris. Namun, pada kenyataannya, judul tersebut pernah dilontarkan Kapten Westerling, orang yang anti-Sukarno dan pernah menjadi Komandan Pasukan Baret Hijau di Makasar pada 6 Desember 1946.

Read more ...

K(em)enangan di Taman Makam Pahlawan Kusuma Dharma

avatar 01Penulis: Jimmy Frismandana Kudo

Hari Sabtu, 22 November 2014, tak diragukan lagi merupakan hari yang luar biasa dan maha penting bagi penulis pribadi dan anak-anak keluarga besar yang berhati besar kelas XI SMA Darma Yudha angkatan 2014/2015. Pada waktu itu, penulis bersama para generasi penerus bangsa Indonesia tercinta ini melakukan ziarah bersejarah dan k(em)enangan berharga ke Taman Makam Pahlawan (TMP) Kusuma Dharma, Pekanbaru yang berlokasi di pusat kota Bertuah, Jln. Jenderal Sudirman.

Read more ...

Catatan: Terima kasih kepada Pak Jimmy Frismandana atas apresiasinya. Tulisan Jimmy Frismandana Kudo (seorang guru Sejarah) ini, dimuat di Harian Riau Pos, 1 Maret 2015. Tulisan ini adalah review/resensi atas buku "Sukarno Hatta Bukan Proklamator Paksaan" karya Walentina Waluyanti de Jonge. Isi buku ini juga dibahas oleh Guru Besar sejarah Prof. Dr. Phil. Gusti Asnan, dimuat di Harian Kompas, klik Membongkar Mitos "Proklamator Paksaan"

Dwitunggal Soekarno-Hatta

Penulis: Jimmy Frismandana Kudo - Pekanbaru

Mendengar dua nama yakni Sukarno dan Hatta maka tidak dapat diragukan lagi bahwa kedua tokoh besar bangsa Indonesia ini memiliki andil besar dan kiprah luar biasa dalam sejarah panjang perjuangan membebaskan ibu pertiwi Indonesia dari belenggu kolonialisme. Kedua Bapak Bangsa dengan keunikan karakter masing-masing ini telah membawa Indonesia menuju kemerdekaannya yang diproklamirkan pada 17 Agustus 1945 tepat pada saat bulan Ramadan berlangsung. Kedua manusia fenomenal ini sejak dari usia muda telah memikirkan secara matang untuk mewujudkan cita-cita besar agar Sang Saka Merah Putih berkibar dari Sabang sampai dengan Merauke. Cita-cita mulia ini tentu membutuhkan perjalanan panjang yang berliku sampai pada akhirnya Indonesia merdeka.

Read more ...

Sisi Lain Putra Sang Fajar

Penulis: Nugroho Angkasa - Yogyakarta

Catatan: Tulisan Nugroho Angkasa, seorang guru dan editor ini dimuat di Tribun Jogja, 14 Desember 2014. Tulisan ini adalah review/resensi atas buku "Tembak Bung Karno Rugi 30 Sen” karya Walentina Waluyanti de Jonge. Terima kasih atas apresisasinya.

Read more ...

Masa Muda Bung Karno Tinggal di Rumah Ini!

Penulis/Foto: Mawan Sidarta

avatar01Traveler berwarna. Sudah menikah punya satu anak. Menekuni usaha kecil di rumah.

22 February 2015 | 17:57

Read more ...

avatar001aPenulis: M. Dahlan Abubakar

Dosen Fakultas Sastra Universitas Hasanuddin

Pertama Kali, ”Penghargaan Mattulada” Diberikan

22 December 2014 | 19:45

Empat belas tahun sudah, Prof.Dr.H.Mattulada berpulang ke rakhmatullah. Tepatnya 12 Oktober 2000, antorpolog Indonesia asal Sulawesi Selatan itu, menghembuskan napasnya yang terakhir dalam usia 72 tahun. Saya masih ingat benar, Prof.Dr.Ir.Radi A.Gany yang menjabat Rektor Unhas dan sedang mengunjungi mahasiswa KKN di Kabupaten Bone (174 km dari Makassar, memutuskan segera kembali ke Makassar karena berita duka ini.

Read more ...

avatar001aPenulis: M. Dahlan Abubakar

Dosen Fakultas Sastra Universitas Hasanuddin

Saya Lepas Istri ke Tanah Suci dengan Air Mata

16 October 2013 | 18:20

            Saat Idul Adha tiba, saya selalu terkenang tahun 1999. Pada tahun itulah, istriku kedua kalinya melaksanakan ibadah haji. Kali ini sebenarnya dalam kapasitas sebagai Tenaga Kesehatan Haji Indonesia (TKHI). Saya dan istri pertama menunaikan ibadah haji tahun 1992, bersama PT Tiga Utama pimpinan Ande Abdul Latief. Tahun 1996, saya sendiri melaksanakan umrah juga bersama Pak Ande.

Read more ...

Dimuat di Kompasiana

Syukur Ada Pak Abdul Syukur

Penulis: Mas Ws

ava1Penulis, Mas Ws lahir di Jawa-Timur, besar di Jawa-Tengah, kuliah di DI Yogyakarta, berkeluarga dan tinggal di Jawa-Barat, bekerja di DKI Jakarta.

Read more ...
Copyright (c) Walentina Waluyanti 2019. All rights reserved.