< A room without books is like a body without a soul >

Pengalaman Pergoki Porter di Bandara Mengacak Isi Koperku

Penulis: Walentina Waluyanti de Jonge – Belanda

Naik Garuda pun tidak menjamin koper Anda aman dari porter klepto. Saya pernah melihat sendiri kejadian yang marak jadi pemberitaan awal tahun 2016 ini. Yaitu tentang porter yang membobol koper penumpang. Media memberitakan, kamera CCTV memperlihatkan porter Lion Air di bandara Soekarno-Hatta menjarah isi koper. Parahnya, porter-porter itu bekerja sama dengan para sekuriti dan orang dalam di bandara sendiri. Para "tikus bandara" ini  mencuri benda-benda berharga yang ada di koper. Yang memalukan, menurut pengakuan porter, pencurian isi koper di bandara sudah menjadi tradisi turun-temurun.

Read more ...

Jalan-jalan di Frankfurt Book Fair

*) Indonesia Guest of Honour 2015

Penulis: Walentina Waluyanti de Jonge

Dunia memang hanya selebar daun kelor. Saya sedang melangkah dari elevator di Congress Centre di Frankfurt-Jerman pada event Frankfurt Book Fair 2015. Tiba-tiba mata saya tertumbuk pada wajah seorang yang saya kenal. Ibu itu pun terlihat terkejut ketika melihat saya. Dan kami pun tertawa. “Hey, kok bisa kita bertemu di sini?”, spontan saya bertanya. Ibu Welmin Sunyi Ariningsih adalah Deputy I Perpustakaan Nasional Indonesia, didampingi Ibu Titiek Kismiyati, Kepala Pusat Jasa dan Informasi Perpustakaan Nasional Indonesia.

Read more ...

Catatan Terbuka kepada Menteri Pendidikan Mengenai Penghapusan Skripsi

Bombardir Nyamuk di Pipi Bayi

Penulis: Walentina Waluyanti – Nederland

Kalau ada nyamuk yang hinggap di pipi bayi, tidak berarti saya harus melempar bom molotov ke nyamuk yang bertengger di pipi bayi itu. Hanya karena alasan bertumbuhnya jasa pembuatan skripsi yang tidak dibuat oleh mahasiswa yang bersangkutan… maka dimatikanlah sendi-sendi budaya literasi paling mendasar yang harus melekat pada Perguruan Tinggi. Mahasiswa tidak lagi wajib membuat skripsi sebagai syarat menjadi sarjana!

Read more ...

Cerita dari Belanda:

"Mendingan Bir Ketimbang Perempuan!"

Penulis: Walentina Waluyanti - Belanda

Suami saya sedang menepikan kendaraan. Dengan perlahan, ia siap-siap memarkir mobil di tepi jalan. Tiba-tiba seorang pesepeda datang nyelonong di depan mobil. Terlihat jelas, pesepeda itu seperti sengaja menjatuhkan sepedanya di depan mobil. Modus. Cara-cara seperti ini sudah tersebar di Belanda sebagai bentuk penipuan. Ujung-ujungnya minta duit. Ehhh… benar saja.

Read more ...

Ahok Ditegur Aiman Witjaksono, Setujukah Anda?

Penulis: Walentina Waluyanti – Nederland

Sudah “kodrat”-nya, wartawan tidak boleh mudah menyerah jika si narasumber enggan “buka-bukaan”. Wartawan harus mampu memancing narasumber untuk memberi info. Bukankah ini tugas wartawan? Bagaimana dengan wartawan Kompas TV Aiman Witjaksono? Lihatlah ketika Aiman Witjaksono mewawancarai Ahok atau Basuki Tjahaja Purnama, Gubernur DKI Jakarta (17/3/2015).

Read more ...

Mantap! Tak Tamat SD Kalahkan Sarjana (Bag. 3)

*) Apa Artinya Kompeten Tanpa Tanggung Jawab?

Penulis: Walentina Waluyanti

Rasanya nyaris tak percaya jika ada akademisi bergelar Doktor yang menulis karya buku ilmiah (sekali lagi: karya buku ilmiah, bukan artikel blog), tanpa referensi yang bisa dipertanggungjawabkan, hanya main comot sana-sini dari internet. Juga tak jarang kita mendengar Guru Besar yang dipecat karena melakukan kejahatan akademik, termasuk di antaranya membuat karya ilmiah hasil plagiat, atau misalnya memanipulasi fakta sejarah demi jabatan dan kedudukan.

Read more ...

Mantap! Tak Tamat SD, Kalahkan Sarjana! (Bag. 2)

*Rahasia Sukses Buya Hamka dan Pramoedya Ananta Toer

Penulis: Walentina Waluyanti - Nederland

Catatan: Tulisan ini merupakan rangkaian dari tulisan tentang Buya Hamka yang tak tamat SD, dan Pramudya Ananta Toer yang berijazah SD, namun mampu jadi penulis besar, klik: Bag.1: Mantap! Tak Tamat SD Kalahkan Sarjana!

Sukarno adalah penulis produktif pada masa mudanya. Berapa banyak karya tulis yang dihasilkan oleh Sukarno (saat masih mahasiswa) yang menyangkut latar belakang studinya, yaitu teknik sipil? Nyaris tak pernah terdengar. Tapi jangan ditanya berapa banyak karya tulisnya yang berkaitan dengan sejarah dan politik. Tak terhitung dengan jari. Ini artinya, dunia tulis-menulis memang erat kaitannya dengan dorongan hati nurani. Otak hanya bisa mengalir lancar, merangkai kata melalui tulisan, karena dorongan hati yang berasal dari kecintaan terhadap sesuatu.

Read more ...

Mantap! Tak Tamat SD Kalahkan Sarjana! (Bag. 1)

* Rahasia Sukses Buya Hamka dan Pramoedya Ananta Toer 

Penulis: Walentina Waluyanti – Nederland

Catatan: Tulisan ini bersambung ke bagian 2, silakan klik: Rahasia Buya Hamka dan Pramoedya Ananta Toer (bag.2)

Buya Hamka (singkatan dari Haji Abdul Malik Karim Amrullah), adalah salah satu ulama moderat kebanggaan Indonesia. Ulama asal Maninjau Sumatera Barat ini hanya bersekolah sampai kelas 2 SD. Tetapi keandalannya sebagai penulis, mendapatkan pengakuan di dalam dunia sastra bahkan ia juga piawai menulis ulasan sejarah. Sarjana saja belum tentu bisa berkarya seperti Buya Hamka. Ia belajar sendiri secara otodidak. Saya pernah membaca ulasan tentang sejarah Islam yang ditulis oleh Buya Hamka. Tulisan Hamka malah lebih hidup dibandiug karya akademisi.

Read more ...

Penulis Berhak Menolak Jika Penerbit Mengunggah Naskah ke Buku Digital

Penulis: Walentina Waluyanti – Belanda

Penulis berhak menolak jika tak setuju penerbit mengunggah naskahnya ke buku digital. Dalam praktik, tak jarang penerbit menginformasikan kepada penulisnya setelah mengunggah sebuah naskah ke buku digital. Tindakan penerbit tersebut jelas merupakan pelanggaran hukum, yang bisa berujung pada tuntutan hukum. Memberi izin kepada penerbit untuk menerbitkan buku cetak, bukan berarti penulis itu memberi izin untuk mengunggah naskahnya ke buku digital. Secara baik-baik, penulis bisa menyampaikan keberatan atas pelanggaran itu dengan memberi dasar hukumnya, yaitu tindakan penerbit tersebut melanggar Pasal 49 UU Hak Cipta No. 19 Tahun 2012. Penerbit harus menginformasikan kepada penulis SEBELUM mengunggah naskah, BUKAN SESUDAH mengunggah naskah ke buku digital.

Read more ...

Heboh! Temanku Prof. Musakkir Nyabu?

Penulis: Walentina Waluyanti - Belanda

Teman saya saat kuliah dahulu, ditangkap? What!!?? Bukankah ia pernah menyandang gelar mahasiswa teladan? Ini mengingatkan pada tersandungnya mantan mahasiswa teladan UNAIR, Anas Urbaningrum, meski kasusnya sangat berbeda. Saya kaget bukan main membaca berita heboh yang mencoreng dunia pendidikan di Indonesia ini. Bagaimana tidak? Teman saya yang tertangkap tangan karena nyabu di hotel itu, dikenal sebagai Guru Besar Ilmu Hukum Pidana UNHAS, juga menjabat sebagai Pembantu Rektor III (langsung dinon-aktifkan dari jabatannya, setelah penangkapannya). Bukan hanya saya, semua teman tak habis pikir, tak menyangka kejadian yang menimpa teman yang kami hormati ini. Namanya Prof. Dr. Musakkir SH, MH. Tiga tahun lalu, saya sempat reunian dengan teman-teman seangkatan di Fakultas Hukum UNHAS. Kata seorang teman kepada saya, “Kamu masih ingat Muzakkir ‘kan? Dia sekarang bergelar Profesor, lho!”

Read more ...
Copyright (c) Walentina Waluyanti 2019. All rights reserved.