Cipika-cipiki Antar Pria, Janggal di Belanda

*) Soal Adat di Belanda

Penulis: Walentina Waluyanti – Nederland

Tips ini ditujukan terutama bagi pendatang baru yang sebelumnya sama sekali belum pernah hidup di Eropa, khususnya Belanda.

Mengintip Sekolah Calon Pastor

Penulis: Walentina Waluyanti – Nederland

Catatan pengantar: Paus Franciscus Jorge Mario Borgeglio terpilih sebagai Paus, 13 Maret 2013. Karena itu saya terinspirasi menulis tentang Seminari, sekolah calon imam/pastor (di Jawa disebut 'Pastur' atau 'Romo'). Sebelum menjadi Paus, tentu ia telah melewati masa pengabdian sebagai Pastor, dan jauh sebelumnya juga digodok di sekolah Seminari. Sekolah Seminari tersebar di seluruh dunia, (pernah) berada di bawah hierarki Vatikan, termasuk Seminari di seluruh Indonesia.

Banjir Jakarta dan Sajak Rendra

Author: Walentina Waluyanti – Belanda

Ciliwung bagai lidah terjulur. Ciliwung yang manis tunjukkan lenggoknya… menyindir gedung-gedung kota Jakarta. Begitu tulis Rendra dalam puisinya tentang Ciliwung. Kalau Rendra masih hidup, mungkin ia sadar, kini Ciliwung juga seolah menyindir istana. Soalnya luapan Ciliwung juga masuk halaman istana. Dan presiden pun gulung celana.

Pohon Warisan Nenek Moyang Hindu

Penulis: Walentina Waluyanti – Belanda

Awas, nak! Jangan makan sesajen di bawah pohon itu! Bisa kualat! Itu kata orangtua. Tapi dasar anak-anak. Peduli amat dengan larangan itu. Makanan itu terlalu menggiurkan untuk dianggurin.

Pasar Kaget di Hari Ratu

Walentina Waluyanti – Nederland

Danau dekat rumah? Ini tempat favorit saya. Di tepinya, saya suka berjalan-jalan menghirup udara segar. Suasananya asri dan sejuk. Di hari biasa, tempatnya selalu tenang. Paling hanya celotehan angsa, bebek, dan kicauan burung. Ataupun desau rimbunan tanaman dan pepohonan. Tapi hari itu pemandangan menjadi lain.

Ohmynews Ambruk dalam Kehormatan

Penulis: Walentina Waluyanti – Nederland

Barisan pendukungnya jumlahnya seperti pasukan perang. Secara manajerial, tak ada yang bisa menyingkirkannya. Karena Ohmynews berdiri mandiri tak tergantung pada management luar. Walau namanya jurnalisme warga, namun otak di baliknya adalah seorang profesional. Pemilik Ohmynews punya gelar master dari pendidikan jurnalistik, dan PhD bidang komunikasi massa. Namun gelar yang mengindikasikan profesionalisme tadi, ternyata bukan jaminan. Jatuh, bangkit, menang, kalah, adalah soal biasa dalam hidup. Tak ada yang bisa melawan jika seleksi alam telah berbicara. Tapi pertanyaan ini tetap menggelitik. Bagaimana kok media jurnalisme warga raksasa sekelas Ohmynews yang membayar para staf dan kontributornya bisa jatuh? Mengapa? Yang jelas, jatuhnya Ohmynews menunjukkan uang bukanlah jaminan segalanya. Namun begitu, salut buat media ini. Sebab jatuh dalam idealisme adalah lebih terhormat.

Penulis dan Komentator

Penulis: Walentina Waluyanti – Nederland

Klik! Musik itu saya stel. Pas musiknya. Pas ngetiknya. Saya mulai mengetik. Beberapa kalimat. Sebuah kalimat yang baru diketik, saya hapus lagi. Kalimat yang kalau diucapkan, maka komentar orang pasti, 'Alaaa, nenek-nenek juga tahu'.

Cara Memulai Tulisan

Copyright @ Penulis: Walentina Waluyanti –  Nederland

Pak Rekso mengirim surat pada saya, menanyakan bagaimana cara memulai tulisan. Berikut ini kutipannya:

Mbak Walentina Waluyanti,
….. Saya sangaaat menyukai tulisan mbak Walentina Waluyanti, mengalir gitu kaya tulisannya Dahlan Iskan, semua tulisan-tulisannya yang ada di Kolom Kita, rata-rata tulisannya bagus, inspiratif, nakal, menggelitik, saya suka membaca dan pengin sekali bisa menulis seperti mbak WW, gimana yo mbak cara memulainya? Mohon maaf apabila email saya mengganggu kesibukan mbak WW, matur nuwun.

Kisah Petualangan Belanda Totok di Hindia Belanda

Copyright @ Penulis: Walentina Waluyanti – Nederland

Menarik melihat bagaimana orang Belanda yang tinggal di Indonesia di abad lampau mengadaptasi kebiasaan pribumi. Kebiasaan memakai bantal guling, kebiasaan tidur siang yang tidak biasa bagi orang Belanda. Juga makan siang dengan menu nasi dan aneka lauk, sementara di Belanda mereka terbiasa makan siang hanya dengan setangkup roti.

Ramalan Nasib

Copyright @ Penulis: Walentina Waluyanti – Nederland

Ibu Tien seakan tidak percaya ketika seorang peramal membaca garis tangannya. Ya, bagaimana Ibu Tien bisa percaya? Soalnya saat diramal itu, dirinya masih ibu rumah tangga biasa. Ia diramal akan duduk sama rendah, dan berdiri sama tinggi dengan presiden Soekarno. Terbukti, ramalan itu jadi kenyataan. Suharto, suaminya jadi presiden.