< A room without books is like a body without a soul >

Jokowi, Ini yang Cantik dari Bantar Gebang!

Penulis: Walentina Waluyanti

Siapa sangka semua yang cantik di depan mata saya ini berasal dari Bantar Gebang? Dan semua ini tadinya dikais dari gunungan sampah? Ya, pameran Dutch Design Week di Belanda tahun ini menampilkan antara lain, benda-benda dekoratif hasil olahan sampah dari Bantar Gebang.

Read more ...

Menghadiri Perayaan 100 Tahun Rumah Sakit Kanker Terbesar di Eropa

Penulis: Walentina Waluyanti

Anda harus menunjukkan undangan untuk dapat menghadiri perayaan ini. Begitu kalimat yang terbaca di undangan. Karenanya sebelum berangkat saya memastikan bahwa undangan sudah ada di dalam tas.

Read more ...

Pengalaman Mengikuti Perpustakaan Keliling Galangpress Yogya dan Nonton Musik Blekothek

Penulis: Walentina Waluyanti - Nederland

Saya berkesempatan mengunjungi Galangpress Publisher di Yogyakarta, (16/9-2013). Sebenarnya kunjungan ini dalam rangka penerbitan buku saya, berjudul “Tembak Bung Karno Rugi 30 Sen” (selesai cetak pertengahan Oktober ini, awal November beredar di Gramedia dan toko buku di Indonesia).

Read more ...

Jangan Pernah Melontarkan Humor kepada…

Oleh: Walentina Waluyanti

“Jangan pernah mengatakan sesuatu yang humoristis kepada orang yang tidak memiliki rasa humor. Karena ia akan menggunakan perkataan itu sebagai bukti untuk berbalik melawan Anda.” Demikian kata Herbert Beerbohm Tree (1852-1917), seorang aktor Inggris.

Read more ...

Tak Perlu Minder seperti Kuli di Zaman Penjajahan

Oleh: Walentina Waluyanti

Sekian lama menjadi budak dan kuli di alam kolonialisme, memengaruhi mentalitas generasi turun-temurun. Pernah ada suatu masa, budak tak boleh mengucapkan kata “saya”. Sebagai pengganti kata “saya”, seorang yang lebih rendah kedudukannya mengatakan “kelom tuan” kepada tuannya. Kelom adalah sandal kayu, untuk menyebut kata “saya”. Juga pengganti kata “saya” ini sering digunakan kata “hamba”, artinya pelayan atau budak. Kata “saya” hanya boleh diucapkan dengan tegas oleh yang lebih tinggi kedudukannya terhadap kaum yang lebih rendah.

Read more ...

Tukang Becak dan Kawin Lari di Makassar

By Walentina Waluyanti

Ingatanku tentang peristiwa itu tak terlupakan. Selain menulis, aku memang senang melukis. Namun lukisan karyaku sebagai illustrasi di tulisan ini, bukanlah sekadar karya iseng. Saat aku menyapu kanvas dengan kwas berlumur cat acrylic, menyelesaikan lukisan “Tukang Becak Makassar” di bawah ini, peristiwa itu membayang kembali. Ada kisah di baliknya yang akan kuceritakan kepadamu… 

Read more ...

Mendingan Mana? Korupsi atau Prostitusi?

Penulis: Walentina Waluyanti  - Nederland

“Korupsi lebih buruk daripada prostitusi. Prostitusi merusak moral individu, tapi korupsi membahayakan moral seluruh negeri.” Ini kutipan dari kalimat Karl Kraus (1874-1936), seorang jurnalis, penyair, dramawan, dan kritikus asal Austria.

Read more ...

Si Meneer Memberiku Inspirasi dalam Menulis

Penulis: Walentina Waluyanti

Meneer Belanda ini adalah dosen favorit kami. Bukan saja karena wajahnya ganteng seperti Kevin Costner. Tapi juga karena kepintarannya menghidupkan suasana di dalam kelas. Ia  kocak, punya selera humor yang baik, membuat pelajarannya menarik untuk disimak. (Catatan: Meneer/mijnheer, sebutan pada pria, dalam bahasa Belanda artinya bapak atau tuan).

Read more ...
Copyright (c) Walentina Waluyanti 2019. All rights reserved.