Hindari perkara hukum dengan tidak memplagiat tulisan Walentina Waluyanti. Semua tulisan Walentina Waluyanti di website ini dilindungi UU Hak Cipta. Dilarang memperbanyak dan melipatgandakan materi dalam website ini dalam bentuk apapun tanpa ijin Walentina Waluyanti sebagai pemilik website. Copy paste harap mencantumkan nama penulis. Copy paste tanpa mencantumkan nama penulis, sama dengan plagiat. DILARANG KERAS MENGKOMERSILKAN karya penulis Walentina Waluyanti/Walentina Waluyanti de Jonge tanpa IJIN TERTULIS dari penulis Walentina Waluyanti. Melanggar larangan ini berarti melanggar UU Hak Cipta. Hindari tuntutan hukum dengan tidak melakukan pelanggaran atas UU Hak Cipta. 

Reproduceren en kopieeren van alle materialen van deze website van welke aard dan ook is verboden zonder toestemming van Walentina Waluyanti als eigenaar van deze website. Tevens moet men dan voor niet-commerciële doeleinden mijn naam als de auteur vermelden. Commercialiseren van het werk van Walentina Waluyanti is verboden zonder schriftelijke toestemming van mij als schrijver / eigenaar van deze website en men zal bij overtreding van dit verbod instemmen met de juridische gevolgen hiervan.

Pengalaman Bertetangga di Belanda

Walentina Waluyanti – Nederland

Menggoreng sambal terasi? Di Belanda, bagi yang tinggal di flat/apartemen, hal ini bisa menjadi masalah serius. Jangan sampai gara-gara masalah bau ini, si tetangga menelepon polisi. Maklum orang Belanda biasanya sensi betul dengan bau-bauan yang tidak biasa di hidung mereka. Meski tembok rumah saya tidak berdempetan dan terpisah beberapa meter dari tetangga, namun kalau masak balado udang petai misalnya, tetap saja saya memastikan jendela tertutup rapat. Jangan-jangan bau petai plus pedas terbawa angin, dan menyerbu hidung tetangga. Tapi jangan salah. Meski petai dan terasi itu bau, namun tak sedikit orang Belanda juga suka hidangan berbumbu terasi dan petai. "Hmm... lekker", kata mereka. Setelah diberitahu, "Yang Anda makan tadi, itu ada terasi dan petai-nya lho", baru mereka paham. Yaitu bumbu yang dinilai bau, jika diracik dengan tepat, bisa menambah lezat rasa masakan.

Read more ...

Video Walentina Waluyanti

Walentina Waluyanti – Nederland

Read more ...

Jokowi, Ini yang Cantik dari Bantar Gebang!

Penulis: Walentina Waluyanti

Siapa sangka semua yang cantik di depan mata saya ini berasal dari Bantar Gebang? Dan semua ini tadinya dikais dari gunungan sampah? Ya, pameran Dutch Design Week di Belanda tahun ini menampilkan antara lain, benda-benda dekoratif hasil olahan sampah dari Bantar Gebang.

Read more ...

Menghadiri Perayaan 100 Tahun Rumah Sakit Kanker Terbesar di Eropa

Penulis: Walentina Waluyanti

Anda harus menunjukkan undangan untuk dapat menghadiri perayaan ini. Begitu kalimat yang terbaca di undangan. Karenanya sebelum berangkat saya memastikan bahwa undangan sudah ada di dalam tas.

Read more ...

Pengalaman Mengikuti Perpustakaan Keliling Galangpress Yogya dan Nonton Musik Blekothek

Penulis: Walentina Waluyanti - Nederland

Saya berkesempatan mengunjungi Galangpress Publisher di Yogyakarta, (16/9-2013). Sebenarnya kunjungan ini dalam rangka penerbitan buku saya, berjudul “Tembak Bung Karno Rugi 30 Sen” (selesai cetak pertengahan Oktober ini, awal November beredar di Gramedia dan toko buku di Indonesia).

Read more ...

Jangan Pernah Melontarkan Humor kepada…

Oleh: Walentina Waluyanti

“Jangan pernah mengatakan sesuatu yang humoristis kepada orang yang tidak memiliki rasa humor. Karena ia akan menggunakan perkataan itu sebagai bukti untuk berbalik melawan Anda.” Demikian kata Herbert Beerbohm Tree (1852-1917), seorang aktor Inggris.

Read more ...

Tak Perlu Minder seperti Kuli di Zaman Penjajahan

Oleh: Walentina Waluyanti

Sekian lama menjadi budak dan kuli di alam kolonialisme, memengaruhi mentalitas generasi turun-temurun. Pernah ada suatu masa, budak tak boleh mengucapkan kata “saya”. Sebagai pengganti kata “saya”, seorang yang lebih rendah kedudukannya mengatakan “kelom tuan” kepada tuannya. Kelom adalah sandal kayu, untuk menyebut kata “saya”. Juga pengganti kata “saya” ini sering digunakan kata “hamba”, artinya pelayan atau budak. Kata “saya” hanya boleh diucapkan dengan tegas oleh yang lebih tinggi kedudukannya terhadap kaum yang lebih rendah.

Read more ...

Parade Kaum Homo: Pemain Bola Juga Ikut

Penulis dan Foto: Walentina Waluyanti

Read more ...
Copyright (c) Walentina Waluyanti 2012. All rights reserved.
Designed by olwebdesign.com