Dokter Corona: Pasien Parah Tidak Langsung Masuk ICU

[25-3-2020] - Dokter Michael Frank (53) adalah seorang intensivist atau dokter spesialis yang menangani pasien yang menjalani perawatan di ICU. Dokter Michael Frank bertugas di garis depan menangani pasien corona, di Rumah Sakit Albert Schweitzer di Dordrecht, Belanda.

Saat ini ruang ICU untuk corona hampir penuh, ada 12 pasien. Masih ada satu tempat tidur yang tersedia. Setiap orang berada di blok awal di ruang operasi yang sudah diubah untuk penanganan corona, dengan delapan tempat tidur lain. Saya khawatir, kita tidak akan lagi memiliki tempat tidur untuk menampung pasien.

doktercorona 01
Dokter Michael Frank, intensivist di RS Albert Schweitzer ziekenhuis in Dordrecht, Belanda   Foto: Arie Kievit

Tidak cukupnya kapasitas rumah sakit, membuat pasien harus pindah ke rumah sakit lain. Sedangkan sebagai dokter Anda ingin membantu semua pasien. Karena itu kami giat mencari peralatan medis. Kami melakukan inventarisasi bersama dengan rumah sakit lain di wilayah ini. Mungkin di rumah sakit lain masih ada alat bantu pernapasan yang bisa kami gunakan?

Kami tidak secara otomatis membawa setiap pasien yang parah ke ICU. Ini bukan karena  soal virus atau jumlah tempat tidur, melainkan kami harus memeriksa apakah perawatan di ICU akan ada manfaatnya untuk  pasien? Apa harapannya? Akankah pasien dapat pulih dengan baik? Dengan virus yang baru ini, hal ini lebih sulit diperkirakan. Meskipun demikian, kami tahu, apa yang akan terjadi dengan tubuh pasien selama sekian minggu, selama pasien dirawat di ICU. Dan untuk melewati semua itu, harus dipastikan bahwa pasien harus berada dalam kondisi yang cukup baik.

Saya membicarakan hal ini dengan pasien dan keluarganya. Saya mengatakan semua akibat yang akan terjadi jika dirawat di ICU. Saya menguraikan dengan jujur. Tidak lebih positif dari yang semestinya, tetapi juga tidak suram. Itu yang orang inginkan, mendengar kebenarannya. Saya menjelaskan bagaimana alat bantu pernafasan yang berkepanjangan berdampak pada paru-paru dan otot. Bahwa Anda tidak dapat melakukan kontak dengan keluarga. Mungkin juga Anda tidak lagi akan bangun. Saya perhatikan bahwa tak jarang pasien dengan penyakit komplikasi berkata: “Saya tidak ingin dirawat di ICU. Menderita dengan cara itu, tidak perlu". Ini adalah percakapan yang sulit, terutama ketika berbicara tentang dengan ayah atau ibu dari pasien.

doktercorona 02

Michael Frank, intensivist di RS Albert Schweitzer ziekenhuis in Dordrecht  Foto: Arie Kievit

Semua dokter, asisten dokter, dan perawat di departemen bekerja lembur. Jangan lupa: kita juga harus memberikan perhatian penuh pada pasien di ICU normal (bukan pasien corona), yang sekarang memiliki enam pasien. Untungnya kami mendapat banyak bantuan. Dari departemen lain di rumah sakit dan dari luar rumah sakit. Sebagai contoh, ada dua mantan peserta pelatihan, ahli bedah dalam pelatihan, ada dalam jadwal. Saya tetap berusaha menjaga kondisi, tetapi mengambil cuti sehari? Itu tidak akan saya lakukan. Saya tidak akan meninggalkan tugas, sebelum saya mengenali pasien dari A sampai Z dan tahu bagaimana keadaannya. Begitulah saya bekerja. Menjadi dokter adalah pilihan hidup. Bukan hanya "pekerjaan". *** (Sumber: AD)

Walentina Waluyanti

Belanda, 25 Maret 2020

Add comment