Tips Menulis

Tips Menulis ala Walentina

tips 1 web

Read More

Written by Walentina Waluyanti

VOC

Ngintip Pembuatan Kapal VOC di Belanda

VOC01a

Read More

 Written by Walentina Waluyanti

Atheis vs Theis

Cari Bukti Tuhan Ada?

photo4 web

Read More

Written by Walentina Waluyanti

History/Politics

Penyebab Mengapa Komunis Harus Atheis

komunis1web

Read More

Written by Walentina Waluyanti

History

Jejak Tawanan di Kamp Nazi

kamp011ww

Read More

Written by Walentina Waluyanti

Pengalaman Hidup di Belanda

Dwitunggal Soekarno-Hatta

Penggali Pancasila

Memori

Sakit Hati Soeharto pada Habibie

soehartotien

Read More

 Written by Walentina Waluyanti

History/Politics

Minta Maaf pada PKI?

IISG 1

Read More

Written by Walentina Waluyanti

Cerita dari Belanda

Pengalaman Liburan dengan Caravan di Eropa

DSC 2141 036a

Read More

Written by Walentina Waluyanti

Walentina Waluyanti de Jonge is an Indonesian author/essayist, historical book writer, teacher.

Jika ada yang menggunakan nama saya Walentina Waluyanti untuk meminta sejumlah uang,  melalui ex-email saya walentinawa@yahoo.com, saya sampaikan itu bukanlah dari saya, sebab email saya di yahoo.com sudah lama dibajak.

Hindari perkara hukum dengan tidak memplagiat tulisan Walentina Waluyanti. Semua tulisan Walentina Waluyanti di website ini dilindungi UU Hak Cipta. Dilarang memperbanyak dan melipatgandakan materi dalam website ini dalam bentuk apapun tanpa ijin Walentina Waluyanti sebagai pemilik website. Copy paste harap mencantumkan nama penulis. Copy paste tanpa mencantumkan nama penulis, sama dengan plagiat. DILARANG KERAS MENGKOMERSILKAN karya penulis Walentina Waluyanti/Walentina Waluyanti de Jonge tanpa IJIN TERTULIS dari penulis Walentina Waluyanti. Melanggar larangan ini berarti melanggar UU Hak Cipta. Hindari tuntutan hukum dengan tidak melakukan pelanggaran atas UU Hak Cipta. 

Reproduceren en kopieeren van alle materialen van deze website van welke aard dan ook is verboden zonder toestemming van Walentina Waluyanti als eigenaar van deze website. Tevens moet men dan voor niet-commerciële doeleinden mijn naam als de auteur vermelden. Commercialiseren van het werk van Walentina Waluyanti is verboden zonder schriftelijke toestemming van mij als schrijver / eigenaar van deze website en men zal bij overtreding van dit verbod instemmen met de juridische gevolgen hiervan.

Pohon Warisan Nenek Moyang Hindu

Penulis: Walentina Waluyanti – Belanda

Awas, nak! Jangan makan sesajen di bawah pohon itu! Bisa kualat! Itu kata orangtua. Tapi dasar anak-anak. Peduli amat dengan larangan itu. Makanan itu terlalu menggiurkan untuk dianggurin.

keramatnya-beringin-foto1a

Foto: Pohon beringin di Gadungan, Kediri, Jawa Timur, 1927

Anak-anak sering menunggui orang menaruh sesajen di bawah pohon beringin. Sesajen berbungkus daun pisang. Berisi beberapa penganan. Ada kue-kue, nasi kuning dan lauknya. Setelah si pembawa sesajen pergi? Bisa ditebak bagaimana kelanjutannya. Tak lama kemudian sesajen tadi ludes disantap anak-anak itu. Beginilah romantika petualangan anak-anak di jaman dulu. Jaman di kala masih banyak pohon beringin tumbuh mana-mana.

Sayang pohon ini semakin hari semakin terdesak akibat dampak industrialisasi. Nyaris terhitung pohon langka. Padahal pohon ini menyimpan warisan jejak budaya Hindu.

Ketika masih kecil saya sering mendengar hal pamali seputar pohon beringin. Ini menambah kesan magis pohon ini. Terlebih dengan bentuknya yang besar kokoh menjulang. Bagai pohon raksasa. Rimbun, dengan akar menggantung meliuk-liuk seperti ular yang sangat panjang. Jika berada di bawah pohon beringin dilarang berbicara kotor, mengumpat, atau kencing di bawah pohon beringin. Berani melakukan, berakibat si pelakunya bisa sakit dan sulit disembuhkan. Orang di jaman dahulu percaya bahwa pohon beringin didiami roh. Itu sebabnya masyarakat tradisional merasa perlu menaruh sesajen di bawah beringin, agar tidak diganggu roh-roh itu.

Menurut catatan, pohon beringin diduga dibawa ke Jawa oleh nenek moyang orang Hindu dari India. Umur pohon ini bisa sampai beratus-ratus tahun.

Dalam kepercayaan Hindu, pohon beringin atau waringin, dipercaya menyimpan kekuatan magis. Dan ada ritual khusus yang dilakukan untuk menghormati pohon keramat ini. Jangan salah! Ritual ini di jaman dahulu, tidak saja dijalankan oleh rakyat pribumi. Di jaman kolonial, orang Belanda juga menjalankan ritual khusus, sehubungan dengan keramatnya beringin. Contohnya, saat akan diadakan perluasan hotel.

Di tahun 1930-an, akibat diperluasnya hotel di Batavia, sebatang pohon beringin besar di halaman hotel itu terpaksa harus ditebang. Untuk itu pemilik hotel mengadakan upacara seperti yang dilaporkan koran di jaman itu, “Bagian batang pohon yang ditebang dipindahkan dan dikubur ke tengah taman rusa. Sebagai simbol bahwa ‘roh’ dipindahkan. Upacara diiringi pertunjukan orkes, tari tradisional, dan ada makan bersama. Kemudian dilakukan prosesi membawa kepala kerbau. Lalu kepala kerbau ditanam di tempat potongan pohon beringin dikuburkan. Dengan upacara persembahan ini, sekarang orang berharap roh yang mendiami pohon tidak akan membalas dendam, akibat rumahnya dipindah.”

Nah lo! Ternyata tidak sembarangan berurusan dan bernaung di bawah pohon beringin. Ada yang bilang, mengkramatkan pohon itu sama dengan musyrik. Namun penghormatan terhadap tradisi leluhur masih sulit dilepaskan begitu saja. Itu tadi cerita tentang ritual seputar pohon beringin. Apakah juga perlu ritual khusus untuk yang bernaung di bawah partai beringin? Waduh! Kalau urusan parpol, saya tidak ikutan, ah!

 

afrWalentina Waluyanti

Nederland, 5 Februari 2013

Back

Add comment


Security code
Refresh

Diverse

 Asyiknya Lebaran Jadul

IMG 4172wm

Read More

Written by Walentina Waluyanti

History

Di Balik Matinya Hitler

hitler eva2

Read More

Written by Walentina Waluyanti

Buku Walentina di Gramedia

Buku Walentina Waluyanti di Gramedia

walentina06

Read more

Written by Walentina Waluyanti

Bung Hatta

Berkunjung ke Rumah Kelahiran Bung Hatta

DSC 0424wm

Read More

Written by Walentina Waluyanti

Korban Hitler

Mengerikan! Rumah Jagal Pemusnah Manusia!

dachau013

Read More

 Written by Walentina Waluyanti

'Tembak Bung Karno'

Historic House

Berkunjung ke Rumah Karl Marx di Jerman

DSC 0180wm

Read More

Written by Walentina Waluyanti

Quote by Walentina Waluyanti

walentina avatar

"Jadilah penulis bermartabat, punya harga diri, dengan tidak menjiplak tulisan orang lain. Dengan pedang kehormatan dan harga diri, tulisan karya sendiri dapat mengangkat harkat penulisnya."

email: walentina@waluyanti.com