Dwitunggal Soekarno-Hatta

Penggali Pancasila

Memori

Sakit Hati Soeharto pada Habibie

soehartotien

Read More

 Written by Walentina Waluyanti

Pre-History

History

Bangsa Kelt, Cikal Bakal Orang Eropa

IMG 5368 web wm

Read More

Writen by Walentina Waluyanti

VOC

Ngintip Pembuatan Kapal VOC di Belanda

VOC01a

Read More

 Written by Walentina Waluyanti

History/Politics

Penyebab Mengapa Komunis Harus Atheis

komunis3Read More

Writen by Walentina Waluyanti

History/Politics

Minta Maaf pada PKI?

IISG 1

Read More

Writen by Walentina Waluyanti

Inspiratif

Mantap! Tak Tamat SD, Kalahkan Sarjana!

hamka 01

Read More

Written by Walentina Waluyanti

Walentina Waluyanti de Jonge is an Indonesian author/essayist, historical book writer, teacher.

Jika ada yang menggunakan nama saya Walentina Waluyanti untuk meminta sejumlah uang,  melalui ex-email saya walentinawa@yahoo.com, saya sampaikan itu bukanlah dari saya, sebab email saya di yahoo.com sudah lama dibajak.

 logo-ww-6

Walentina Waluyanti de Jonge is an Indonesian author/essayist, historical book writer, teacher.

orchide02-1200

Lahir di Makassar, ayahandanya asli Solo, dan ibundanya asli Manado. Meski tinggal di Belanda, tetap saja "saya orang Indonesia", dan karena itu berusaha menghasilkan karya yang berkaitan dengan Indonesia, antara lain melalui tulisan-tulisan. Terbiasa dibanting kerasnya tantangan hidup. Kompensasinya, jadi kecanduan belajar dan membaca banyak hal – buat saya inilah kemewahan hidup yang tidak bisa diganggu-gugat

Tertarik pada topik-topik tentang sejarah. Pilihan untuk menuangkannya, lebih cenderung melalui karya buku. Proses saat menyusun lembar demi lembar menjadi buku bertema sejarah, sudah merupakan bagian dari passie. Historia est Magistra Vitae, sejarah adalah guru kehidupan (quote by Cicero)

Tulisan di website ini yang telah dibukukan dan menjadi best seller, di antaranya buku berjudul "Tembak Bung Karno, Rugi 30 Sen" (Author: Walentina Waluyanti de Jonge). Buku ini bisa didapatkan di Gramedia dan toko-toko buku di seluruh Indonesia. Buku "Tembak Bung Karno Rugi 30 Sen" juga telah menjadi koleksi perpustakaan Australian National University, perpustakaan nasional Kerajaan Belanda (Koninklijke Bibliotheek)  dan tentu saja perpustakaan nasional Indonesia. Karya Walentina Waluyanti de Jonge  lainnya yang telah beredar di Gramedia dan toko buku di seluruh Indonesia adalah buku berjudul "Sukarno Hatta Bukan Proklamator Paksaan".

sukarno hatta front a

coverbookweb

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tulisan Walentina Waluyanti di website ini merupakan ekspresi kegandrungan pada dunia kepenulisan, yang tidak bisa tidak: harus diolah dengan keseriusan.

Walentina Waluyanti, gemar menulis bukan sekadar hobby. Menulis karena panggilan jiwa. Serius menulis, walau kadang ditulis dengan sentuhan humor. Karena serius itu, bisa marah juga kalau tulisan saya dijiplak/diplagiat. Tulisan Walentina Waluyanti bisa Anda simak di website ini. Berusaha menuangkan kegelisahan dan pengamatan melalui karya tulis dan karya lukis melalui website ini.

DSC 0270 1

Foto: Penuilis Walentina Waluyanti de Jonge (kanan) dan putri Bung Hatta, Halida Hatta yang tampak menunjukkan buku "Sukarno-Hatta: Bukan Proklamator Paksaan" dalam acara bedah buku tersebut.

Pendapat Walentina Waluyanti tentang jurnalisme warga (citizen journalism)

fr wwPerkembangan jurnalisme warga di Indonesia tak bisa dipandang sebelah mata. Di sini saya ingin menyampaikan apresiasi kepada para pegiat yang telah membuat dunia jurnalisme warga di Indonesia semakin pesat. Dengan demikian kita bisa berharap akan semakin suburnya budaya literasi di Indonesia. 

Website ini merupakan alternatif lain di luar tulisan-tulisan dan informasi dari media meanstream. Saya tidak percaya bahwa independensi jurnalisme yang berasal dari warga (citizen journalism), dapat diinterpretasikan boleh bebas dari nilai-nilai. Justru kesediaan untuk tunduk kepada nilai-nilai etika, bisa menjadi kekuatan jurnalisme warga, terutama saat media meanstream sedang "khilaf" melanggar nilai-nilai etika itu sendiri. Di sinilah peran jurnalisme 561 webwarga dalam menjaga harmoni arus informasi itu. Kesediaan untuk tunduk kepada norma kepantasan dan nilai etika, tidak berarti jurnalisme warga itu menjadi terpasung "gaya"-nya dalam menyajikan konten. "Gaya" tulisan dan konten adalah dua hal yang berbeda. Namun dalam gaya bagaimana pun, konten tulisan tetaplah hal serius yang harus dapat dipertanggungjawabkan. Bahkan misalkan sebuah tulisan terkesan kocak, tetap saja konten adalah hal serius. (Meski demikian, tentu penulis harus bisa membedakan jenis tulisan mana yang tidak boleh atau boleh humoristis, melucu tidak pada tempatnya adalah tidak lucu). 

Konten tulisan sebaiknya tidak dibikin main-main, meskipun gaya tulisan itu seolah "bermain". Pertanggungjawaban kepada publik pembaca adalah sesuatu yang berat, bukan hal main-main.

Selama ini jurnalisme warga selalu mengutip dan menjadikan media meanstream sebagai bahan rujukan. Tentu saja. Sebagai induk jurnalisme warga, media meanstream dipercaya (seharusnya) "suci hama". Meski sudah bukan rahasia, ada satu dua di antaranya yang terkooptasi oleh kepentingan tertentu.

Ada stigma bahwa media meanstream kadang gengsi mengutip sumber, jika informasi itu berasal dari jurnalisme warga. Namun saya yakin dan percaya, jika jurnalisme warga juga menjunjung norma dan nilai etik jurnalisme yang berlaku umum, maka media meanstream bersedia berkolaborasi mesra dengan jurnalisme warga.

Di luar kesibukan rutin, tetap menikmati hobi melukis, di antaranya klik berikut ini Walentina Waluyanti de Jonge and her art works.

Hidup terasa indah karena ada ruang jelajah pikir yang bisa dinikmati di dalamnya. Penjelajahan yang mampu menembus ruang dan waktu.

____________________________________________________

Semua tulisan Walentina Waluyanti di website non-komersil ini dilindungi Undang-Undang Hak Cipta.

Hindari tuntutan hukum dengan tidak memplagiat karya Walentina Waluyanti.

Copy paste karya penulis, tanpa mencantumkan nama penulis, sama dengan plagiat. 

All rights reserved, Copyright@Walentina Waluyanti.

Hormati hak cipta. Dilarang mengutip, memperbanyak dan meng-copy dalam bentuk apapun tulisan dalam web ini, tanpa ijin dari penulis. Copy paste harap mencantumkan dan mengutip nama penulis. DILARANG KERAS MENGKOMERSILKAN karya Walentina Waluyanti tanpa IJIN TERTULIS dari Walentina Waluyanti sebagai penulis/pemilik website ini.

(Walentina Waluyanti de Jonge, author / auteur)

 

Buku Walentina di Gramedia

Fenomena

Historic House

Berkunjung ke Rumah Karl Marx di Jerman

DSC 0180wm

Read More

Written by Walentina Waluyanti

Bung Hatta

Berkunjung ke Rumah Kelahiran Bung Hatta

DSC 0424wm

Read More

Written by Walentina Waluyanti

Quote by Walentina Waluyanti

walentina avatar

"Jadilah penulis bermartabat, punya harga diri, dengan tidak menjiplak tulisan orang lain. Dengan pedang kehormatan dan harga diri, tulisan karya sendiri dapat mengangkat harkat penulisnya."